/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 15:55 WIB
Wapres Ma'ruf Amin menolak maju lagi jadi cawapres di Pilpres 2024, Jumat (5/5/2023). ([ANTARA/Desca Lidya Natalia])

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menolak untuk maju lagi jadi cawapres di Pilpres 2024. Ia mempersilakan yang muda untuk maju.

Faktor usia jadi alasan Maruf Amin enggan kembali maju sebagai cawapres. Kekinian usianya diketahui telah mencapai 80 tahun.

"Umur saya ini sudah 80 sekarang, besok (tahun depan--red) 81, saya kira sudah terlalu tua, ya. Karena itu, saya pikir sebaiknya yang muda-muda saja, lebih muda lebih segar," ujarnya di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Jumat (5/5/2023).

"Cari yang muda-muda, yang memang masih banyak siap untuk menjadi wapres, kan saya sudah 5 tahun, umurnya sudah tua, bagaimanapun umur itu kan harus dihitung," tegasnya.

Wapres Ma'ruf pun mengaku merasa sudah cukup 5 tahun bekerja dan mengabdi bagi negara.

"Akan tetapi, tidak berarti saya berhenti. Saya terus berkiprah, cuma bukan sebagai pejabat negara, bukan sebagai wakil presiden lagi."

"Kan pengabdian itu tidak pernah berhenti sampai habis. Berhenti itu kalau kita sudah dipanggil," ujarnya.

Artinya, meski sudah tidak lagi menjawab sebagai wapres, Ma'ruf Amin mengaku masih akan mengabdi bagi Indonesia.

"Jadi, tidak berarti saya berhenti mengabdi, mengabdi itu without end tanpa berhenti, dan terus sampai akhir hayat," ungkap Wapres.

Baca Juga: CEK FAKTA: Anies Baswedan Pilih Khofifah Jadi Cawapres, AHY Kejang-kejang di Tempat

Saat ini sudah ada tiga nama capres yang mencuat untuk mengikuti Pilpres 2024, yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diusung oleh PDI Perjuangan dan PPP.

Selanjutnya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dideklarasikan oleh Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS.

Terakhir ada nama Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang diusulkan oleh Partai Gerindra yang juga berkoalisi dengan PKB.

Sebelumnya, Presiden Jokowi pada Lebaran 2023 pun sudah menyebutkan nama-nama cawapres yang berpotensi dipasangkan dengan Ganjar Pranowo.

Yakni Menteri BUMN Erick Thohir, Menparekraf Sandiaga Uno, Menkopolhukam Mahfud MD, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Kemudian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Load More