Beredar video dengan narasi yang sebutkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggagalkan pembangunan masjid di Depok, Jawa Barat.
"HAUS PUJIAN! Demi Minoritas PSI Gagalkan Pembangunan Masjid Di Depok," tulis judul yang diunggah akun Youtube @avengersmuslimchannel
Pengunggah video juga menampikan thumbnail dengan narasi seolah-olah sama dengan judul video.
"PSI Gagalkan Pembangunan Masjid di Depok," tulis narasi pada thumbnail.
Pada thumbnail terdapat foto politisi dari PSI, seperti ketum PSI, Giring Ganesha. Serta ada foto spanduk terkait kisruh pembangunan masjid di Pondok Cina, Depok.
Penelusuran:
Video berdurasi 8 menit 35 detik itu tidak memuat informasi valid dan terverifikasi bahwa PSI menggagalkan pembangunan masjid di Depok.
"Proses pembangunan (masjid) ini terhambat karena direktur LBH PSI mengajukan tuntutan ke PTUN," kata si pria di dalam video tersebut.
Di awal video juga terdapat tangkapan layar pemberitaan dari SumberIslam.co.id dengan judul,'Begini Usaha PSI Gagalkan Pembangunan Masjid Raya Depok'
Baca Juga: Cek Fakta: Maling Teriak Maling! Mahfud MD Tampar Mulut Romahurmuziy Hingga Begini, Benarkah?
Pria di dalam video tersebut menjadikan pemberitaan dari sumberislam.co.id jadi satu-satunya sumber informasi di video tersebut.
Sementara itu dari penelusuran, gugatan terkait pembangunan masjid di lokasi SD Pondok Cina 1 Depok dilakukan oleh orang tua murid.
Faktanya, memang sejumlah politisi PSI mendampingi orang tua murid SD Pondok Cina 1 Depok untuk melayangkan gugatan ke PTUN.
“Di Hari Pendidikan Nasional ini menemani orang tua murid SDN Pondok Cina 1 Kota Depok mengajukan gugatan ke PTUN Bandung,” kata Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sigit Widodo dikutip dari akun Twitter pribadinya @sigitwid.
Namun jika di judul disebut bahwa PSI gagalkan pembangunan masjid memuat informasi keliru karena proses hukum terkait hal itu masih berlangsung.
Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, video dengan narasi bahwa PSI gagalkan pembangunan masjid di Depok memuat informasi yang misleading.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Maling Teriak Maling! Mahfud MD Tampar Mulut Romahurmuziy Hingga Begini, Benarkah?
-
Guru Muda Pangandaran Sedot Perhatian Publik, Netizen Sindir Ridwan Kamil: Waktu Kasus Maneh Gercep Banget
-
Susi Pudjiastuti Sat Set di Kasus Guru Muda Pangandaran, Baru Hari Ini Ridwal Kamil Bersuara: Semoga Tak Terulang
-
Cek Fakta: Innalillahi, Angelina Sondakh Meninggal karena Sakit Kemarin
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Baru Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Mendadak Kesal Gara-gara Ditanya Soal Messi
-
Byar Pet Gegara Batubara, Momentum Pengembangan Energi Gelombang
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Kompetisi Orang Paling Menderita
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Bukan Ronaldo! 'Thor' dari Skotlandia Otak di Balik Kemenangan Telak Portugal
-
Membaca Tembang Talijiwo: Seni Menertawakan Kekacauan Hidup
-
Sempat Disorot, FIFA Pastikan Donald Trump Akan Serahkan Trofi Piala Dunia 2026