Bahar bin Smith dikabarkan menjadi korban penembakan di Bogor. Kasus ini membuat geger publik pada awal pekan ini, Senin (15/5).
Belakangan beredar video dengan narasi yang sebutkan munculnya rekaman audio detik-detik penembakkan terhadap Bahar bin Smith.
"INNALILLAHI BENARKAH INFONYA!! Habib Bahar bin Smith Ditembak Orang Yang Tak Dikenal | BENARKAH??" tulis judul video yang diunggah akun Youtube Attulani Islam.
Pengunggah video juga menampilkan thumbnail disertai dengan narasi yang sebutkan adanya rekaman audio saat Bahar bin Smith ditembak oleh orang tak dikenal (OTK).
"Innalillahi wa innailaihi Rojiun. Habib Bahar di tembak. Rekaman audio penembakkan. Dikabarkan dibawa ke RS. Eksklusif detik-detik penjelasan penembakkan habib Bahar," begitu narasi pada thumbnail.
Penelusuran:
Kabar penembakkan terhadap Bahar bin Smith menurut keterangan dari pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan.
Dari keterangan Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo, pihak kepolisian telah memeriksa delapan orang saksi.
Polisi juga telah melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan proyektil peluru penembakkan dan darah dari Bahar bin Smith.
Baca Juga: Benarkah Bahar bin Smith Jadi Korban Penembakan? Polisi Sebut Tak Ada Proyektil Peluru di TKP
Sementara pada video berdurasi 10 menit 6 detik itu menampilkan potongan klip dari Youtube Bang Edy Channel.
Pemilik akun Youtube Attaluni Islam mengunggah ulang video dari akun tersebut. Pada video akun Youtube Bang Edy Channel, host yang notabene pemilik akun tersebut sempat memutarkan rekaman pembicaraan telepon terkait penembakkan Bahar bin Smith.
Menurut Edy di video miliknya tersebut ia mendapat voice note pembicaraan saat Bahar bin Smith mengalami penembakkan.
Namun voice note itu bukan berisi rekaman audio saat Bahar bin Smith ditembak, namun melainkan suara seorang perempuan yang menceritakan kondisi Bahar bin Smith setelah ditembak orang tak dikenal.
Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, video dengan narasi rekaman audio penembakkan Bahar bin Smith memuat konten informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Salshadilla Hamil, Iis Dahlia Penjarakan Kekasih Putrinya
-
Kejanggalan Kasus Penembakan Habib Bahar, Bukti dan Saksi Masih Dicari
-
Habib Bahar bin Smith Mengaku Ditembak OTK, Apa Penggunaan Senjata Api Bisa Begitu Bebas?
-
CEK FAKTA: Prabowo Diusir Paksa oleh Jokowi karena Niat Buruknya Terbongkar, Benarkah?
-
Habib Bahar Mengaku Ditembak, Polisi Periksa 8 Saksi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026