Aksi biadab dilakukan dua pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Lombok Timur, LMI (43) dan HSN (50). Dua orang pimpinan Ponpes ini jadi tersangka kasus pelecehan seksual kepada 41 santriwati.
Mengutip dari laporan Antara, penyidik unit PPA Satreskrim Polres Lombok Timur menahan kedua pimpinan Ponpes itu dengan dugaan sebagai pelaku pelecehan dan pencabulan kepada santriwati.
Menurut keterangan dari Kapolres Lombok Timur AKBP Herry Indra Cahyono melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nicolas Oesman, LMI dan HSN saat ini sudah ditahan.
"Dua oknum pimpinan Ponpes yang melakukan perbuatan asusila terhadap santriwati telah diamankan keduanya," jelasnya.
Sementara itu, dihimpun dari berbagai sumber, pimpinan Ponpes itu dikabarkan menjalankan modus masuk surga kepada para korban. Pelaku kemudian melakukan aksi pencabulan dalam rentang waktu hingga 2023.
Aksi biadab kedua pelaku akhirnya terbongkar setelah tiga orang korban berani bersuara.
Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengecam aksi pengajian seks yang dilakukan Pondok Pesantren tersebut.
Kabarnya saat ini kedua pelaku telah dijadikan tersangka dan ditahan di Polres Lombok Timur.
"Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres Lombok Timur," ujar Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA.
Baca Juga: WNA yang Lakukan Aksi Bugil di Acara Pertunjukan Tradisional Bali Kini Telah Diamankan
Korban dari 41 santriwati yang hilang keperawanannya tersebut masih berusia 16 hingga 17 tahun.
Pelaku sendiri dapat diancam dengan pidana mati maupun seumur hidup jika melihat aksi pengajian seks yang dilakukan.
Berita Terkait
-
Seorang Pedagang Jasuke Cabuli Dua Bocah di Palmerah, Terancam 20 Tahun Penjara
-
Pimpinan Ponpes di Sikur Kembali Jadi Tersangka Pelecehan Terhadap Santri
-
Mahfud MD ke Ponpes Al Munawwir Krapyak, Ada Apa?
-
Habib Bahar Ditembak, Sejumlah Orang Mulai Berdatangan ke Ponpes Tajul Alawiyyin
-
Suasana Terkini di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin Usai Habib Bahar Ditembak
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?