Sebuah video pemusnahan rokok elektrik atau vape di sebuah sekolah menengah atas baru-baru ini viral di media sosial.
Video viral yang diunggah oleh akun Instagram @memomedsos itu memperlihatkan proses pemusnahan rokok elektrik atau vape yang dilakukan oleh seorang siswa dan guru di halaman sekolah.
Dalam video itu terlihat seorang siswa yang mengenakan seragam lengkap abu-abu beserta topi dan jas almamater berwarna biru menhancurkan sebuah benda menggunakan palu.
Ternyata benda tersebut merupakan vape atau rokok elektrik yang dibawa oleh para siswa. Didampingi dengan seorang guru pria dan dilihat oleh banyak murid lain, siswa tersebut tanpa menghancurkan vape beraneka ragam jenis dan bentuk dengan sebuah palu.
Tak hanya rokok elektronik saja, terlihat bila liquid atau cairan yang menjadi bahan utama vape juga ikut disita serta dihancurkan di halaman sekolah itu.
Sontak saja, siswa yang melanggar peraturan sekolah tersebut ramai disoroti warganet dan viral di media sosial serta langsung memantik respon netizen yang melihatnya.
Banyak diantara mereka setuju dengan penghancuran rokok elektrik tersebut sekaligus juga kebingungan lantaran vape yang harusnya dipakai orang dewasa bisa dipakai oleh para siswa SMA yang jelas masih dibawah umur.
"Hadeh ni vapestoreny salah si, jual devicenya k anak blom umur 21+," kata akun
"Wajar dimusnahkan di skolah..vape utk 21+ sama hal nya jaman sy dl bawa rokok jg kena hukuman..bedanya dl ga dimusnahin, malah ditambahin, tp disuruh dirokok smua smpe mulut penuh rokok," ungkap @ag****na.
Baca Juga: CEK FAKTA: Justin Hubner Lanjut Naturalisasi Jadi WNI, Efek Erick Thohir di PSSI?
"Kan ngevape ada batasaan usia nya 21+ keatas..klu gk salah..klu di musnahkan wajar2 aja sih..," imbuh @kh****oo.
"Padahal ada yg one push vape," cuit @1****ha.
"Bisa²nya bawa begituan.. belajar yg bener dlu dek... jadikan orang tua kalian bangga trhdp pendidikan kalian..," timpal @al****ah.
Kontributor: Mira Puspito
Berita Terkait
-
7 SMA Terbaik di Kabupaten Tangerang, Cuma Ada Satu SMA Negeri
-
Fadly Setia Dampingi Rebecca Klopper Buka Suara Soal Video Syur 47 Detik, Netizen: Ini Keluarga Becca Kemana Dah?
-
Geger Pria Kostum BDSM dengan Kondisi Terikat di Malang, Netizen: Fetish atau Lagi Ritual Iblis?
-
Viral Video Celana Gisel Terlihat Melorot Bikin Heboh Netizen: Disamakan dengan Lina Mukherjee
-
Gegara Komentar Sawo Matang, Inara Rusli Panen Cibiran Netizen: Makin Kesini Makin Keliatan Sifat Aslinya
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Anime ONE PIECE HEROINES Ungkap Lagu Tema oleh AiNA THE END, Tayang 5 Juli
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
5 Cairan Pembersih Kerak Lantai Kamar Mandi, Toilet Jadi Kinclong seperti Baru
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Dugaan Rp20 Juta Usai Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM dan Bentuk Tim Investigasi
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk
-
Samsung Galaxy M47 5G Coming Soon: Snapdragon Baru, Kamera OIS, dan Baterai Jumbo
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi