Proposal damai Ukraina-Rusia yang disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto jadi sorotan publik dunia dan Indonesia.
Prabowo menyampaikan gagasan perdamaian Rusia-Ukraina dalam Konferensi Pertahanan di Singapura, beberapa waktu lalu. Saat itu Menhan hadir sebagai pembicara dan mengusulkan ide yakni gencatan senjata, zona demiliterisasi yang dijamin oleh pasukan penjaga perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pada acara di Singapura itu, Prabowo Subianto sempat menjawab sejumlah pertanyaan dari peserta konfrensi tersebut, salah satunya adalah Johann Wadephul, politikus dari Jerman.
"Saya ingin bertanya kepada anda, Menteri. Mengapa anda tidak alamatkan (proposal) itu kepada agresi Rusia, yang jadi alasan konflik ini?" tanya politikus yang pada 2017 mendukung pernikahan sesama jenis di Jerman.
"Dan jika kami mengikuti proposal anda untuk gencatan senjata, bukankah ini hanya akan memperkuat pembekuan konflik baru di Eropa?" tambah politikus dari partai Christian Democratic Union itu.
Mendapat pertanyaan seperti ini, politikus Gerindra itu kemudian menjelaskan maksud dan tujuan proposal damai yang ia gagas.
Prabowo dengan nada meninggi tegaskan bahwa dalam proposal damai itu, ia bukan memihak salah satu pihak, baik itu Rusia ataupun Ukraina.
Capres pada Pemilu 2024 itu juga menegaskan bahwa posisi Indonesia sangat jelas menentang agresi Rusia ke Ukraina.
"Beberapa pertanyaan kurang lebih seolah menyamakan terkait yang invasi dan diinvasi. Kurasa ini reaksi emosional, tapi yang saya tempatkan ke depan adalah resolusi konflik," jawab Prabowo Subianto.
"Saya tidak mengatakan sisi mana yang benar dan salah," tegasnya.
"Karena posisi Indonesia sangat jelas. Di PBB kami memvoting menentang invasi Rusia. Kami memvote. Kalian boleh cek rekaman votingnya," tambah Prabowo Subianto.
Prabowo sekali menegaskan bahwa gagasannya itu hanya usulan demi tercipta resolusi konflik.
Tag
Berita Terkait
-
Tiga Capres Masih Galau Memilih, Seberapa Penting Posisi Cawapres?
-
Kerap Disebut, Nama-nama Ini Masih Samar Ditunjuk Jadi Cawapres
-
Kalau Pensiun Jadi Menhan, Prabowo Subianto Pernah Punya Cita-cita Bikin Klub Bola Bernama Nusantara United
-
Paras Tampan Keponakan Prabowo Subianto, Budisatrio Djiwandono Bikin Kaum Hawa Klepek-klepek: Udah Nikah Pak?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR
-
Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!
-
6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital
-
Sepotong Rendang Pelepas Rindu