Ketua Bidang Hukum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Kemang, Fikri Muzaki mengatakan, bahwa pihak kepolsian diduga lambat tangani dugaan kasus pencabulan oknum guru Agama di salah satu sekolah SD di wilayah Kemang.
Menurut keterangan sejumlah warga, oknum guru tersebut hingga saat ini masih berkeliaran bebas. Padahal keluarga korban telah membuat Laporan Polisi (LP) pada tanggal 28 Mei 2023 lalu.
Pria yang kerap disapa Zaki yang juga kader PMII itu mendesak aparat kepolisian setempat untuk segera menuntaskan laporan yang dibuat keluarga korban sejak bulan lalu.
"Sudah sebulan lamanya, kasus ini belum juga menemukan titik terang. Padahal kasus ini sudah dilaporkan ke Polisi oleh keluarga korban sejak bulan lalu," ucap Zaki kepada wartawan, di Bogor (14/6/2023).
"Kami harap aparat kepolisian setempat bisa bertindak profesional dan tegas dalam menangani laporan keluarga korban. Ingat, ini kejahatan serius yang tidak boleh dianggap remeh," sambung Zaki.
Lebih lanjut, Zaki meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor turut memberikan atensi khusus pada kasus ini.
Menurutnya, praktik pedofilia yang terjadi di lingkungan sekolah sangat membahayakan dunia pendidikan.
"Sudah sebulan sejak kasus ini dilaporkan ke Polisi, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor belum juga memberikan tanggapan serius pada kasus ini," kata Zaki.
"Oknum guru tersebut masih saja berkeliaran bebas di lingkungannya. Padahal, tidak sedikit Warga sekitar yang merasa takut dan cemas sejak viralnya kasus tersebut," tambahnya.
Baca Juga: Bocah SD di Bogor Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum Guru Agama
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global
-
Hakim Sebut Ada Dugaan Febrie Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian
-
Antisipasi Dampak Kemarau, Kemenhut Evakuasi Tiga Orangutan dari Permukiman Ketapang
-
Belanja Kini Makin Seru, Kuliner Lezat dan Promo Menarik Jadi Magnet Baru Pengunjung
-
Review Viva Moisturizer Gel Hydra Lift, Ini Kandungan dan Pengalaman Pembeli
-
Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa
-
Bonus Pulsa Telkomsel Rp17 Ribu Khusus Transaksi via BRImo, Klaim Sekarang!
-
Pos Polisi Slipi Dirusak Massa, Warga Palmerah Rasakan Pedihnya Gas Air Mata
-
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Subianto: Saya Tak Ikut Campur
-
Terungkap, Revaldo Fifaldi Terjerat Narkoba Lagi Usai Bertemu Residivis di Tempat Rehab