BRI Liga 1 2023/24 baru akan menjalani pekan keenam, namun sejumlah keputusan kontroversial kerap diputuskan oleh Komisi Displin (Komdis) PSSI.
Terbaru, keputusan Komdis PSSI bikin geram klub Borneo FC. Kemarahan Borneo FC lantaran Komdis PSSI menjatuhkan hukuman kepada bek Silverio Junio jelang laga melawan Rans Nusantara, Jumat (4/8) malam ini.
Borneo FC geram lantaran putusan Komdis PSSI ini baru dijatuhkan kepada Silverio pada H-1 melawan Rans Nusantara. Padahal insiden yang sebabkan Silverio dihukum Komdis PSSI terjadi di pekan ke-2 BRI Liga 1 2023/24.
Dalam putusannya, Komdis PSSI menghukum Silverio tindakan serious foul play dengan cara menendang wajah pemain lawan saat laga melawan Bali United pada pekan ke-2 BRI Liga 2 2023/24.
"tambahan larangan bermain sebanyak 1 pertandingan sejak keputusan diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat; sanksi denda Rp10.000.000," bunyi putusan Komdis PSSI.
Borneo FC juga tegaskan bahwa aksi Silverio kepada pemain Bali United sesuai dengan video tayangan ulang tidak bermaksud menciderai lawan.
"Berdasarkan dari rekaman video, pada saat kejadian berlangsung bisa dilihat posisi Silverio membelakangi pemain Bali United dan itu murni unsur ketidaksengajaan tanpa ada niatan menciderai," bunyi pernyataan resmi Borneo FC.
Sebelumnya, Persebaya Surabaya juga menyampaikan kritik tajam atas kinerja Komdis PSSI. Dimana akal sehat Komdis, begitu judul tulisan Candra Wahyudi, Direktur Persebaya pada laman resmi klub.
Candra mengkritisi hukuman Komdis PSSI terkait kehadiran bonek pada laga tandang. Menurut Candra, Komdis layaknya pengadilan sesat.
Baca Juga: Borneo FC Ngamuk! Kinerja Komdis PSSI Wajib Dievaluasi, Nabil Husien: Dasar Amatiran
"Sudah beberapa musim ini Komdis bersidang layaknya pengadilan sesat. Tidak ada pemanggilan ”terdakwa’’, mendengarkan keterangan ‘’saksi’’ atau kesempatan membela diri. Tahu-tahu Komdis bersidang dan menjatuhkan beragam sanksi. Mulai dari peringatan keras, larangan bermain, sampai denda uang, dengan nominal semau Komdis sendiri,"
Komdis PSSI Dipimpin Eks Arema
Komdis PSSI saat ini dipimpin oleh Eko Hendro Prasetyo. Eko dibantu oleh Asep Edwin sebagai wakil ketua dan tiga anggota lainnya yakni M Nigara, Aji Ridwan dan Hasani Abdulgani.
Siapa Eko Hendro Prasetyo? Ditunjuknya Eko sebagai ketua Komdis PSSI sempat dipertanyakan netizen di laman sosial media.
Rekam jejak Eko Hendro yang pernah bersinggungan dengan Arema Cronus jadi pertanyaan besar netizen.
Eko Hendro memang pernah menjadi Legal Officer Arema Cronus. Eko juga yang membuat presentasi kepada perwakilan AFC pada 27 Februari 2015 saat mereka melakukan inspeksi ke Stadion Kanjuruhan.
Tag
Berita Terkait
-
Borneo FC Ngamuk! Kinerja Komdis PSSI Wajib Dievaluasi, Nabil Husien: Dasar Amatiran
-
Tebus Gagal Penalti dengan Gol Kemenangan Lawan PSM Makassar, Jefinho Semakin Moncer
-
5 Fakta Mungkin Anda Belum Tahu Jelang PSS Sleman vs Persija Jakarta, Terseok-seok di Klasemen, Bomber Andalan Absen
-
5 Fakta di Balik Jelang Laga Dewa United vs Persis Solo, Duel Klub "Beruntung" dan "Sial" di Klasemen BRI Liga 1
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati