Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan memberikan tanggapan kaitan dugaan kasus bayi tertukar di Bogor baru-baru ini.
Untuk diketahui, kasus bayi tertukar tersebut terjadi di RS Sentosa Bogor.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal memberikan sanksi terhadap RS Sentosa karena diduga telah lalai soal permasalahan bayi tertukar.
"Ini kelalaian yang sudah terjadi, mungkin ada aturannya tetapi saya belum mempelajari terkait peraturan di rumah sakit, syarat dan aturan main," katanya.
"Mungkin ada sanksi karena itu adalah kelalaian menurut saya dan berdampak fatal. Coba bayangkan anak kita yang tertukar," lanjut Iwan.
Untungnya, kata Iwan, bayi tersebut diketahui tertukar di umur yang masih sangat kecil. Sehingga, karakter anak belum terbentuk maksimal untuk mengenali lingkungan.
"Alhmadulilahnya masih satu tahun coba kalau 10 tahun pasti banyak dinamikanya, jadi pertumbuhan karakter anaknya belum terbentuk," papar dia.
Ia mengaku, akan menurunkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk membantu Siti Mauliah menemukan anak aslinya dan menindaklanjuti dugaan kesalahan terhadap RS Milik Ketua DPD NasDem tersebut.
"Harus (menurunkan Dinkes) nanti saya perintahkan bu Kadinkes untuk menyelesaikan permasalah yang luar biasa ini," tutup dia.
Baca Juga: Heboh Kasus Bayi Tertukar, Pemilik RS Sentosa Bogor Ternyata Ketua NasDem
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY