Salah satu akun Twitter @Tita83079013 unggah foto spanduk berisi foto sejumlah Habib dan Presiden Soekarno. Di dalam spanduk tersebut tertulis nama Habib-habib tersebut beserta perannya di Kemerdekaan Indonesia.
Salah satu yang menjadi sorotan publik ialah nama Habib Husein Muthohar. Di spanduk bertuliskan Habib Husein sebagai pencipta lagu Indonesia Raya.
"Habib Husein Muthohar - Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya," tulis narasi di spanduk tersebut.
Lantas benarkah narasi di dalam spanduk tersebut dan siapa Habib Husein Muthohar ini?
Lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan gubahan dari Wage Rudolf Soepratman. Lagu ini pertama kali diperdengarkan ke publik pada 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II di Jakarta.
Ketika mempublikasikan Indonesia Raya pada 1928, Wage Rudolf Soepratman dengan jelas menuliskan lagu kebangsaan di bawah judul Indonesia Raya.
Teks lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali oleh suratkabar Sin Po, sedangkan rekaman pertamanya dimiliki oleh seorang pengusaha bernama Yo Kim Tjan.
Dikutip dari sejumlah sumber, secara musikal lagi ini kemudian diaransemen oleh komposer dari Belanda bernama Jos Cleber setelah menerima permintaan Kepala Studio RRI Jakarta adalah Jusuf Ronodipuro.
Terdapat tiga versi lirik pada lagu Indonesia Raya, yakni lirik asli pada 1928 dengan ejaan belum disempurnakan. Lalu liruk Indoensia Raya pada 1958 yang juga digunakan saat Proklamasi 17 Agustus 1945 serta lagu Indonesia Raya dengan ejaan disempurnakan.
Profil Habib Husein Muthohar
Habib Husein Muthohar memiliki nama nama lengkap Sayyid Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad Al-Muthahar. Ia adalah tokoh bangsa di masa-masa awal Kemerdekaan.
Pria kelahiran Semarang 5 Agustus 1916 ini masih memiliki garis keturunan sebagai cucu Nabi Muhammad SAW.
Semasa hidupnya, Husein Mutahar dikenal sebagai sosok seniman dan musisi andal, salah satu karyanya yang terkenal ialah hymne Syukur.
Ia juga pencipta lagu Hari Merdeka yang kerap dinyanyikan saat perayaan HUT RI 17 Agustus.
Tak hanya itu, Habis Husein Muthohar merupakan tokoh yang terlibat langsung dalam pendirian Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka.
Berita Terkait
-
Viral Pedagang Makanan di Ponorogo Jualan Pakai Mobil Alphard di Pinggir Jalan: Minder Mau Beli
-
Pemotor Nekat Nyelip di Kolong Truk Kontainer Demi Hindari Macet, Aksinya Bikin Ngeri
-
Kalbar Diselimuti Kabut Asap, Anggota Damkar Pingsan Demi Padamkan Karhutla di Ketapang
-
Sedang Viral di Mancanegara, Coba Perawatan Head Spa Untuk Me Time di Sini
-
Sejarah Maulid Nabi, Makna, dan Tradisi Perayaannya Bagi Umat Islam
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Perebutkan Gelar Juara di Kudus
-
Cara Elegan Lamine Yamal Bungkam Mulut Pengkritik, Masih Berani Nyinyir?
-
NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Peran Baru Lee Jong Suk, Debut sebagai Duta Merek di Asia
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Podcast Tiga Dara: Jakarta untuk Perempuan, Sudah Jadi Ruang Aman atau Belum?
-
Mengenal Sandiana Soemarko, Filantropis Indonesia di Balik Berbagai Aksi Kemanusiaan