Sejumlah pemain Eropa tercatat pernah berkarier di Liga Indonesia. Salah satunya ialah eks Atletico Madrid, Jose Galan. Pemain berposisi sebagai gelandang ini tercatat pernah bermain di Pro Duta dan Persela.
Jose Galan kelahiran Leon, Spanyol, kariernya dimulai saat ia bermain di Atletico Madrid C pada 2005. Setahun kemudian, ia bermain di Atletico Madrid B.
Galan kemudian sempat membela klub Liga Spanyol lainnya seperti Almeria. Pada 2013, ia kemudian merantau ke Liga Indonesia dan bermain untuk Pro Duta.
Di klub asal Medan itu, Galan bermain sebanyak 41 laga dan mencetak 4 gol. Sempat bermain di sejumlah klub Siprus hingga Yordania, Galan kemudian sempata bermain lagi di Liga Indonesia dengan membela Persela Lamongan.
Di Persela, Jose Galan mencetak 32 pertandingan dan ukir 4 gol. Kini Galan yang berusia 37 tahun ternyata masih aktif bermain bola.
Ia bermain untuk klub Liga Giblatar, Bruno's Magpies. Galan mengaku bahwa dirinya cukup senang bisa bermain di banyak klub, termasuk di Indonesia pada sepanjang kariernya.
"Saya sangat senang, saya mendapat tawaran untuk pergi ke Italia, Malaysia, Siprus atau Indonesia, juga beberapa klub lain di Spanyol," ungkapnya seperti dikutip dari La Nueva Cronica.
Menurut Galan, di banyak klub yang dibelanya banyak pengalaman yang dialaminya, mulai dari tidak mendapat gaji hingga mendapat cedera.
"Saya telah mengunjungi 14 negara, saya telah menjalani enam operasi, saya pernah promosi, degradasi hingga tidak mendapatkan pembayaran. Saya pikir itu dapat membuka Anda untuk bisa saling menghormati," jelasnya.
Baca Juga: Ranking Klub Liga Indonesia Sedunia, PSM Tertinggi, Persija Kangkangi Persib
Berita Terkait
-
Kalahkan Borneo FC, Persebaya Pertahankan Rekor 5 Laga Tanpa Kekalahan
-
Ditahan PSM Makassar, PSS Sleman Gagal Merangsek ke Papan Atas Klasemen Liga 1
-
Takluk dari PSIS Semarang, Bali United Terlempar ke Papan Tengah Klasemen
-
Taklukkan Persik Kediri, RANS FC Amankan Posisi di Papan Atas Klasemen
-
Jelang Menjamu Borneo FC, Persebaya Didera Banyaknya Pemain yang Absen
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026