Jagat Twitter (X) tengah disibukkan dengan perdebatan mengenai penyerang Timnas Indonesia U-17, Arkhan Kaka, yang disebut cocok jadi polisi.
Perdebatan ini lahir setelah Arkhan Kaka mampu menjadi bintang bagi Timnas Indonesia U-17 di Matchday kedua grup A Piala Dunia U-17 2023 kontra Panama, Senin (13/11).
Dalam laga tersebut, pemain berusia 16 tahun itu berhasil mencetak gol penyama kedudukan yang membuat Timnas Indonesia U-17 bermain imbang 1-1 dengan Panama.
Berkat golnya itu, anak dari putra legenda Timnas Indonesia, Purwanto, tersebut menjadi buah bibir netizen di media sosial, terutama Twitter (X).
Salah satu yang meramaikan adalah akun @MafiaWasit. Dalam cuitannya yang mengutip kicauan @labiebsadat, akun tersebut menyebut bahwa Arkhan Kaka cocok jadi polisi.
Akun @MafiaWasit menyebut Arkhan Kaka cocok jadi polisi karena usia dan posturnya yang potensial untuk masuk Akademi Kepolisian (Akpol).
Cuitan dari akun @MafiaWasit ini pun mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Salah satunya ada yang berharap agar Arkhan Kaka tak tergoda tawaran menjadi polisi.
Tanggapan itu pun dibalas kembali oleh akun @MafiaWasit yang menyebut Arkhan Kaka harus belajar dari Evan Dimas yang tak mengikuti jejak rekan-rekannya menjadi polisi.
Cuitan-cuitan dari akun @MafiaWasit tersebut sendiri nyatanya merupakan satir atas banyaknya pesepak bola Indonesia yang menjadi polisi atau abdi negara.
Baca Juga: Pelatih Ini Soroti Perkembangan Welber Jardim: Dia Pemain Berkualitas Tinggi
Sebagaimana diketahui, banyak pesepak bola Indonesia yang ‘nyambi’ menjadi polisi atau abdi negara dalam kariernya sebagai pemain.
Bahkan belakangan status pesepak bola atau atlet yang jadi abdi negara ini menjadi polemik tersendiri di Tanah Air.
Polemik ini bermula dari pemain Futsal Evan Soumilena yang meninggalkan kariernya di Liga Futsal Portugal setelah satu bulan bergabung dengan ADCR Caxinas.
Ia harus kembali ke Indonesia karena kewajibannya sebagai polisi, sehingga harus meninggalkan kariernya di Liga Futsal Portugal.
Beberapa waktu kemudian, pecinta sepak bola Tanah Air juga dikejutkan dengan transfer I Putu Gede Juni Antara ke Bhayangkara FC kendati sang pemain masih terikat kontrak dua tahun dengan Persib Bandung.
Teddy Tjahjono selaku petinggi Persib membeberkan pihaknya tak bisa berbuat apa-apa sehingga harus melepas Putu Gede ke Bhayangkara FC karena dirinya harus menaati panggilan bersifat kedinasan.
Sebagai informasi, Putu Gede saat ini masih berstatus polisi. Saat bergabung Persib, ia mendapat surat tugas dari instansinya dan bisa dipanggil sewaktu-waktu jika dibutuhkan membela Bhayangkara FC.
Sederet polemik ini pun belakangan menjadi perbincangan, mengingat masih banyaknya pesepak bola Indonesia yang juga berstatus polisi atau abdi negara.
Sehingga, cuitan soal Arkhan Kaka menjadi polisi itu diharapkan tak terjadi oleh banyak pihak agar penyerang Timnas Indonesia U-17 itu bisa fokus terhadap kariernya hingga bisa berkarier di luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026