/
Selasa, 14 November 2023 | 15:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-17 Arkhan Kaka (Instagram/@pssi)

Jagat Twitter (X) tengah disibukkan dengan perdebatan mengenai penyerang Timnas Indonesia U-17, Arkhan Kaka, yang disebut cocok jadi polisi.

Perdebatan ini lahir setelah Arkhan Kaka mampu menjadi bintang bagi Timnas Indonesia U-17 di Matchday kedua grup A Piala Dunia U-17 2023 kontra Panama, Senin (13/11).

Dalam laga tersebut, pemain berusia 16 tahun itu berhasil mencetak gol penyama kedudukan yang membuat Timnas Indonesia U-17 bermain imbang 1-1 dengan Panama.

Berkat golnya itu, anak dari putra legenda Timnas Indonesia, Purwanto, tersebut menjadi buah bibir netizen di media sosial, terutama Twitter (X).

Salah satu yang meramaikan adalah akun @MafiaWasit. Dalam cuitannya yang mengutip kicauan @labiebsadat, akun tersebut menyebut bahwa Arkhan Kaka cocok jadi polisi.

Akun @MafiaWasit menyebut Arkhan Kaka cocok jadi polisi karena usia dan posturnya yang potensial untuk masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

Cuitan dari akun @MafiaWasit ini pun mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Salah satunya ada yang berharap agar Arkhan Kaka tak tergoda tawaran menjadi polisi.

Tanggapan itu pun dibalas kembali oleh akun @MafiaWasit yang menyebut Arkhan Kaka harus belajar dari Evan Dimas yang tak mengikuti jejak rekan-rekannya menjadi polisi.

Cuitan-cuitan dari akun @MafiaWasit tersebut sendiri nyatanya merupakan satir atas banyaknya pesepak bola Indonesia yang menjadi polisi atau abdi negara.

Baca Juga: Pelatih Ini Soroti Perkembangan Welber Jardim: Dia Pemain Berkualitas Tinggi

Sebagaimana diketahui, banyak pesepak bola Indonesia yang ‘nyambi’ menjadi polisi atau abdi negara dalam kariernya sebagai pemain.

Bahkan belakangan status pesepak bola atau atlet yang jadi abdi negara ini menjadi polemik tersendiri di Tanah Air.

Polemik ini bermula dari pemain Futsal Evan Soumilena yang meninggalkan kariernya di Liga Futsal Portugal setelah satu bulan bergabung dengan ADCR Caxinas.

Ia harus kembali ke Indonesia karena kewajibannya sebagai polisi, sehingga harus meninggalkan kariernya di Liga Futsal Portugal.

Beberapa waktu kemudian, pecinta sepak bola Tanah Air juga dikejutkan dengan transfer I Putu Gede Juni Antara ke Bhayangkara FC kendati sang pemain masih terikat kontrak dua tahun dengan Persib Bandung.

Teddy Tjahjono selaku petinggi Persib membeberkan pihaknya tak bisa berbuat apa-apa sehingga harus melepas Putu Gede ke Bhayangkara FC karena dirinya harus menaati panggilan bersifat kedinasan.

Load More