- Jalan Margasatwa Raya Jakarta Selatan rusak parah meski sudah tiga kali diperbaiki.
- Kerusakan diduga akibat bekas galian kabel, cuaca ekstrem, dan beban kendaraan berat.
- Lubang jalan memicu kecelakaan pemotor serta menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.
Suara.com - Kondisi aspal di salah satu titik Jalan Margasatwa Raya, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, terpantau mengalami kerusakan parah yang membahayakan pengguna jalan. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (5/2/2026), lubang menganga tersebut tampak dipenuhi tumpukan sampah kayu dan ban bekas sebagai penanda darurat bagi pengendara.
Titik kerusakan ini berada tepat di jalur padat yang setiap harinya dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun kendaraan bertonase besar. Seorang warga setempat, Rohmat, mengungkapkan bahwa upaya perbaikan sebenarnya sudah berulang kali dilakukan oleh pihak terkait, namun kerusakan terus kembali terjadi.
"Ini sudah tiga kali ditambal. Yang terakhir malah tidak sampai sebulan sudah bolong lagi," ujar Rohmat kepada Suara.com.
Kerusakan jalan yang berulang ini disinyalir berawal dari bekas pengerjaan infrastruktur kabel di bawah permukaan aspal. Rohmat menjelaskan bahwa galian tersebut meninggalkan celah di bawah lapisan aspal yang memicu terjadinya penurunan permukaan jalan.
"Awalnya dari galian kabel. Saya tidak tahu milik siapa, yang jelas bekas galian. Di bawahnya itu ada celah pintu masuk kecil," jelasnya.
Faktor cuaca ekstrem dan beban kendaraan berat yang melintas diduga kuat menjadi pemicu utama aspal hasil tambalan tersebut kembali amblas. Meski sempat diperbaiki hingga mulus, intensitas hujan tinggi dan lalu lalang truk membuat titik tersebut tidak bertahan lama.
Keberadaan lubang ini memicu kekhawatiran mendalam karena telah memakan korban, terutama pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat tidak sigap menghindari lubang. Selain membahayakan nyawa, kerusakan ini juga memperparah kemacetan di kawasan tersebut.
"Mudah-mudahan segera diperbaiki permanen oleh Bina Marga. Sudah banyak motor yang jatuh. Area ini tanpa lubang saja sudah macet, apalagi ditambah kondisi seperti ini," tutur Rohmat.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan Jalan Margasatwa Raya terpantau tersendat. Kendaraan terpaksa melambat secara signifikan untuk menghindari lubang dan tumpukan ban bekas di tengah jalan.
Baca Juga: Buntut Hujan Deras, 39 RT di Jakarta Selatan Dikepung Banjir Setinggi 30 Sentimeter
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
-
KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda
-
Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Polda Metro Jaya Periksa Pandji Pragiwaksono Hari Ini Terkait Kasus Mens Rea
-
Truk Tabrak Separator, Ribuan Penumpang Transjakarta Terjebak Macet Parah di Tanjung Duren
-
OTT Bea Cukai: KPK Sita Rp40,5 Miliar, Termasuk Emas 5,3 Kg dan Uang Valas
-
Manipulasi Jalur Merah, KPK Tahan Direktur P2 Bea Cukai dan Empat Tersangka Korupsi Importasi