Pelatih Bima Sakti blak-blakan tentang pemilihan pemusatan latihan (TC) di Jerman ketimbang di Tanah Air. Padahal Piala Dunia U-17 digelar di negara tropis, tepatnya di Indonesia.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-17 telah melakoni tiga laga di Piala Dunia U-17 2023. Dari ketiga laga yang telah dilaluinya, skuad Garuda Asia berhasil meraih dua kali seri dan satu kali kalah.
Hasil ini pun membuat Timnas Indonesia U-17 2023 gagal melaju ke 16 besar Piala Dunia U-17 2023.
Tentunya hal ini menimbulkan kekecewaan dari beberapa pihak. Padahal persiapan Timnas Indonesia U-17 terbilang lama dan telah melakoni TC jauh-jauh di Jerman.
Ada yang mempertanyakan kenapa Timnas Indonesia melakoni TC di Jerman. Padahal skuad Garuda Asia bermain di negara tropis yakni di Indonesia.
Pelatih Bima Sakti pun blak-blakan menjawab pertanyaan tersebut di akun Youtube @Bebas Podcast id.
"Karena Jerman telah menjalin kerja sama. Dan ini lebih memudahkan kami untuk mencari lawan yang kuat. Ada Frankfurt, Mainz, dan lawan tim-tim liga 2 di sana," ujar Bima Sakti.
Ia juga sempat bercerita dimana para pemain Timnas Indonesia melakukan TC di Jerman sebelum menjalin kerja sama.
"(TC di Jerman dulu) terkatung-katung. Kalau (Timnas Indonesia U-17) sekarang tidak. Semuanya lancar," tambah Bima Sakti.
Bima Sakti bersyukur dengan kemudahan ini, para pemain Timnas Indonesia U-17 bisa merasakan lawan yang kuat di Eropa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha