Suara.com - Mantan kepala dokter Formula Satu, Gary Hartstein memprediksi, Michael Schumacher tidak akan bisa pulih dari kecelakaan yang dialaminya akhir tahun lalu. Alasannya, dokter yang merawat mantan juara dunia Formula Satu itu telah membuat kesalahan dalam menilai kondisi yang dialami Schumacher.
“Saya mendengar dari salah satu sumber bahwa kesalahan tersebut bisa memperparah kondisi Schumacher. Seiring dengan perjalanan waktu, sepertinya sulit bagi Schumi untuk bisa mengalami kemajuan,” kata Hartstein dalam blog pribadinya.
Namun, dia tidak merinci kesalahan diagnosis apa yang telah dilakukan oleh tim yang merawat Schumacher di Rumah Sakit.
“Saya tahu Michael sangat disayangi. Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun di sirkuit dengan menggunakan topi, bendera dan kaus Ferarri, semuanya itu demi Michael. Saya masih terkejut dengan besarnya kecintaan para fans kepada Michael. Yang lebih mengkhawatirkan saya saat ini adalah apa yang akan terjadi apabila kabar buruk itu akhirnya diumumkan. Sepertinya dunia harus mulai bersiap untuk kehilangan Schumacher,” ujar Hartstein.
Beberapa waktu lalu, keluarga Michael Schumacher dikabarkan telah menerima informasi dari dokter bahwa hanya keajaiban yang bisa membuat juara tujuh kali Formula 1 itu bisa pulih. Schumacher (45 tahun) masih berada dalam kondisi koma akibat cedera otak yang dialaminya saat tengah melakukan olahraga ski di Pegunungan Aplen, Prancis, 29 Desember lalu. (Dailymail)
Berita Terkait
-
Jadwal F1 GP Italia 2025: Pembuktian Ferarri di Hadapan Publik Sendiri
-
Dominasi Gila di GP Belanda, Piastri Mulai Disejajarkan dengan Schumacher
-
3 Pemain Top Timnas Indonesia Miskin Menit Bermain di Piala AFF U-23 2025
-
Muhammad Ferarri Bikin Kapten Timnas Malaysia U-23 Gemetar
-
Ferarri Kapten! Ini Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-23 vs Brunei
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?