News / Metropolitan
Sabtu, 29 Maret 2014 | 05:59 WIB
Capres Joko Widodo sumbang uang untuk Satinah, Jakarta, Rabu (26/3/2014). [Suara.com/Bagus Santosa]

3. “Wah iya, lupa saya”

Semenjak resmi deklarasi menjadi calon presiden, Jokowi tak mau bicara kepada wartawan tentang masalah capres-capresan di lingkungan Balai Kota Jakarta. Balai Kota Jakarta adalah tempatnya untuk bekerja sebagai Gubernur.

Ia bilang kepada wartawan, hanya akan menjawab pertanyaan tentang capres di luar pagar Balai Kota.

Pada Kamis (27/3/2014) sore, di Balai Kota, para wartawan mewawancarainya soal surat cuti ke Kemendagri untuk kampanye. Karena konteks pertanyaannya masih menyangkut jabatannya, Jokowi pun menjawab.

Lama-lama, wartawan mulai bertanya soal kemungkinan dia bisa menang pilpres dalam satu putaran.

"Wah, jangan seolah-olah sudah menang, satu putaran, saya ndak seperti itulah," kata Jokowi.

Rupanya Jokowi terpancing. Ia bicara panjang soal serangan lawan politik kepadanya.

Ia baru tersadar telah melanggar aturannya sendiri ketika wartawan bertanya, tidak biasanya seorang Jokowi mau bicara tentang capres di dalam lingkungan Balai Kota.

"Waduh, iya, walah lupa saya," kata Jokowi sambil terkekeh.

"Kamu-kamu ini, ya, pertanyaannya nakal-nakal, jadinya saya jawab," kata Jokowi sambil meninggalkan Balai Kota.

4. “Dibanding dengan Tukul, ya gantengan saya”

Ketika sedang kampanye di Sukabumi, Jawa Barat, Jokowi berkelakar di hadapan kader dan simpatisan PDI Perjuangan.

"Nah, sekarang kalau bapak ibu melihat Jokowi, ya Jokowi seperti ini. Jangan bayangkan akan punya seorang presiden yang gagah, ganteng, dan banyak duit,” kata Jokowi di Rumah Makan Lembur Kuring 3, Sukabumi, Kamis (27/3/2014) malam.

Ia berkata lagi, “Tapi kalau dibanding dengan Tukul, ya ganteng saya." Tukul yang dimaksud Jokowi ialah pelawak Tukul Arwana.

5. “Bu Mega itu mungkin pusing sama saya”

Masih di Rumah Makan Lembur Kuring 3, Sukabumi, Kamis (27/3/2014) malam, Jokowi masih mengocok perut para kader dan simpatisan yang berkumpul di sana. Ia bicara tentang sosoknya yang tidak begitu luar biasa sebagai seorang calon presiden.

"Bu Mega saja sering ngomong kalau saya ini kerempeng, tapi Jokowi itu banteng. Berat saya 54 kilogram, kalau nambah ya paling setengah kilo, habis itu turun lagi setengah kilo,” kata Jokowi yang disambut tertawa orang-orang di rumah makan itu.

“Bu Mega itu mungkin pusing saya sudah diajak makan keliling-keliling hampir setahun, tapi ndak nambah-nambah berat badan," Jokowi menambahkan.

Load More