Suara.com - Phillip Stoll (9) seorang bocah dari Michigan, Amerika, menemukan fosil gigi Mastodon yang diduga berumur dan pernah hidup 10.000 tahun lalu.
Mastodon merupakan spesies mamalia bergading besar dari genus Mammut yang ditemukan di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Tengah. Hewan tersebut telah punah ribuan tahun.
Phillip menemukan fosil itu secara tak sengaja saat sedang menyusuri anak sungai di dekat rumahnya pada musim panas 2013 lalu. Temuan Phillip itu baru dirilis baru-baru ini.
Dia melihat sebuah batu yang menurutnya sangat ‘keren’ berukuran kira-kira enam inci dan memiliki enam benjolan.
“(Benjolan) itu terlihat aneh,” kata Phillip kepada Lansing State Journal.
Dia lalu membawanya pulang dan menunjukkan hasil temuan kerennya itu kepada ibunya.
Phillip bahkan sempat mencari tahu apakah batu aneh tersebut bereaksi terhadap magnet. Sampai akhirnya Phill dan sang ibu membawanya kepada para peneliti di Negara Bagian Michigan untuk dipelajari.
Disanalah baru ketahuan kalau temuan Phillip itu super spesial.
“Itu gigi mastodon. Tampaknya itu gigi bagian atas, copot sampai akar-akarnya,” ungkap Professor James Harding, seperti dikutip dari CNN.
Ini bukan pertama kalinya seorang bocah menemukan fosil di Michigan. Pada Juni 2012 lalu, dua bocah sebelas tahun menemukan tulang sumbu mastodon. (Huffpost/CNN/Lansing State Journal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla