Suara.com - Keluarga dan kerabat penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 berniat menanyakan langsung perihal misteri hilangnya pesawat kepada Boeing, perusahaan pembuat pesawat tersebut. Langkah tersebut mereka ambil setelah pemerintah Malaysia menolak mempublikasi laporan awal hilangnya MH370.
"Ada beberapa bagian dalam rangkaian pertanyaan tersebut, termasuk sejumlah pertanyaan baru yang lebih teknis. Oleh karena itu, kami akan menanyakannya langsung kepada Boeing," kata Sarah Bajc, pasangan Philip Wood, salah satu penumpang MH370.
Bajc akan mencoba mendekati Boeing dalam rapat pemegang saham yang akan diadakan minggu depan.
"Boeing adalah perusahaan terbuka di Amerika Serikat dan itu menjadikan mereka menanggung tanggung jawab lebih besar," tambah Bajc seperti dikutip New Day.
Belum ada tanggapan dari Boeing terkait rencana Bajc tersebut. Awal bulan ini, perusahaan itu sudah menyampaikan simpati bagi keluarga penumpang MH370.
Niat Bajc tersebut disampaikan menyusul penolakan pemerintah Malaysia untuk merilis laporan awal terkait hilangnya pesawat MAS MH370. Laporan itu dikirim kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), namun tidak dibuka kepada khalayak umum. (CNN)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Kejagung Klaim Masih Telusuri Aset Jurist Tan di Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T
-
Jakarta Siaga Banjir, Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 1 Februari 2026
-
KPK Periksa 17 Saksi Kasus Dugaan Suap Pajak PT Wanatiara Persada, Termasuk Sang Direktur
-
RUU PPI Masuk Prolegnas, WALHI Nilai Negara Masih Gagal Membaca Krisis Iklim
-
Dikabarkan Bakal Masuk Kabinet Prabowo, Budisatrio Djiwandono Tanggapi Begini
-
Diduga Tak Profesional, Tiga Kepala Kejaksaan Negeri Diperiksa Jamintel Kejagung
-
Oknum Polisi Anggota Polda DIY Diduga Aniaya Kekasih hingga Masuk RS, Aksi Terekam CCTV
-
Sudirman Said Luncurkan Pusat Studi Keberlanjutan UHN untuk Jawab Tantangan Krisis Iklim
-
Skandal Kuota Haji, Staf Asrama Haji Bekasi Diperiksa KPK
-
Viral Pemotor Merokok Pukul Penegur di Palmerah, Pelaku Catut Nama Polisi