Suara.com - Kepala Badan Geologi, Surono, meminta warga yang beraktivitas di Gunung Slamet tetap mematuhi jarak aman empat kilometer dari puncak gunung yang saat ini berstatus "Siaga".
"Tipe letusan Gunung Slamet memang seperti itu. Asalkan masyarakat mematuhi jarak aman yang telah ditetapkan, maka tidak terjadi apa-apa," kata Surono di Yogyakarta, Jumat (2/5/2014).
Menurut dia, material letusan Gunung Slamet akan jatuh di badannya sehingga gunung yang berada di lima kabupaten itu menjadi semakin gemuk dan tinggi. Hingga saat ini pun, kata dia, belum ada tanda-tanda perubahan letusan Gunung Slamet menjadi eksplosif.
"Yang penting jangan berada kurang dari empat kilometer. Gunung Slamet sedang membagikan berkahnya kepada lingkungan sekitar. Masyarakat sekitar gunung pun masih beraktivitas normal," katanya.
Gunung yang berada di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes tersebut, telah dinaikkan status aktivitas vulkaniknya dari "Waspada" menjadi "Siaga" pada Rabu (30/4/2014) pukul 10.00 WIB. Peningkatan status ditetapkan karena terjadi peningkatan aktivitas seismik gunung tersebut. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang