Suara.com - Bakal kandidat presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) mengaku partai berlambang banteng moncong putih itu sudah memiliki televisi untuk serangan udara menjelang Pemilihan Umum Presiden 9 April 2014.
"Kita sekarang sudah punya TV, dalam minggu ini serangan udara akan dilakukan," kata Joko Widodo saat rapat Konsolidasi Pemenangan Pemilihan Umum Presiden 2014 di DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Semarang, Minggu.
Serangan udara yang dimaksud Joko Widodo tersebut adalah iklan tentang pencalonannya sebagai presiden.
"Saya paham kita masih capek. Sisa capek setelah pemilu legislatif belum hilang," katanya.
Menurut dia, PDI Perjuangan sudah menunggu 10 tahun untuk memiliki presiden.
Oleh karena itu, dia meminta kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk segera menyiapkan diri.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Heru Sujatmoko mengatakan saat ini sudah memasuki hari-hari untuk melakukan konsolidasi.
"Kerahkan daya upaya, sampaikan ke masyarakat bahwa memilih Jokowi sebagai presiden adalah pilihan yang tepat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!