Suara.com - Jusuf Kalla, politikus Partai Golkar yang digadang-gadang menjadi calon wakil presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden 9 Juli mendatang, meminta dukungan seluruh rakyat Indonesia lewat akun Twitter-nya, @Pak_JK.
Dalam kicauan Senin pagi (19/5/2014), Jusuf Kalla yang akrab disapa JK itu, menulis, "Bismillah ... Mohon doanya dari Seluruh Masyarakat Indonesia. Salam Indonesia Hebat!"
Dalam tweet-nya itu, JK juga mengunggah foto Jokowi yang tersenyum dan jari telunjuknya mengarah ke sebuah pigura berisi foto JK.
Kicauan JK tersebut seperti memberikan kode, karena hingga detik-detik terakhir pendaftaran capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nama calon pendamping Jokowi belum juga dipastikan. PDIP sendiri berkoalisi dengan Nasdem, Hanura, dan PKB untuk mengusung Jokowi sebagai calon presiden.
Hingga berita ini diturunkan para pemimpin keempat partai sedang berkumpul di kediaman Megawati Sukarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Rencananya Jokowi akan mengumumkan calon wakil presidennya di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).
Adapun JK diketahui sudah meninggalkan kediamannya di Jakarta Selatan sejak pagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat