Suara.com - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Golkar Indra J Piliang mengaku siap menerima apapun konsekuensi dari partainya atas keputusannya mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK), di Pemilu Presiden 2014.
"Siap menerima sanksi organisasi," demikian Indra menulis di Twitter-nya, @IndraJPiliang, Selasa (20/5/2014).
Indra menekankan bahwa keputusan tersebut sudah ia laporkan kepada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Mantan pengamat politik itu juga mengatakan keputusan mendukung Jokowi dan mantan Ketua Umum Partai Golkar JK dibuat setelah melalui diskusi yang cukup panjang.
"Tidak mudah memang mengambil keputusan. Tapi kami sudah diskusi lumayan lama," tulis Indra di Twitter.
Menurut Indra, keputusannya yang berlainan dengan kebijakan partai ini diambil karena menurut dia yang paling rasional untuk dilakukan.
"Demi rasionalitas," tulis Indra di Twitter menanggapi pernyataan followers-nya.
Menurut dia, sebagai mantan Ketua Umum Partai Golkar, JK harus tetap didukung.
Dukungan terhadap pasangan Jokowi-JK, kata Indra, akan dideklarasikan siang hari ini di salah satu restoran di kawasan bisnis SCBD, Jakarta Selatan.
Seperti diketahui, dalam Pemilu Presiden 2014, sikap resmi Partai Golkar adalah mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Sikap Partai Golkar diumumkan pada Senin (19/5/2014) bersamaan dengan deklarasi Prabowo-Hatta sebagai capres dan cawapres yang didukung enam partai, Gerindra, PPP, PAN, PKS, Golkar, dan PBB.
Prabowo dan Hatta akan berhadapan dengan pasangan Jokowi - JK yang didukung oleh PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, dan Hanura.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun