Suara.com - Sekolah Menengah Kejuruan Budi Mulia Kabupaten Malang, Jawa Timur, segera mengembangkan pesawat berpenumpang manusia yang diberi nama Human X. Pesawat tersebut merupakan pengembangan dari prototipe heksacopter yang telah dikembangkan sebelumnya.
"Ke depan kami akan mengembangkan Human X yang berpenumpang manusia," kata pengajar SMK Budi Mulia sekaligus penemu heksacopter Wiyono di Malang, Jumat (23/5/2015).
Ia bersama sejumlah siswa didiknya mulai memantapkan riset terkait dengan pesawat penumpang itu dalam Tempat Pelatihan Keterampilan Usaha (TPKU) di SMK Budi Mulia.
Pesawat itu ke depan akan digunakan untuk kepentingan pemetaan, fotografi, penelusuran wilayah pascabencana, hingga pesawat pengintai.
"Ini menggunakan teknologi robotik yang kami riset sejak dua tahun lalu," katanya.
Selama ini, pihaknya sudah mengembangkan pesawat tanpa awak heksacopter yang mampu terbang hingga ketinggian 2 km dari permukaan tanah dan merekam keadaan sampai jangkauan 1--2 km (retour point).
Pesawat heksacopter sekaligus mampu merekam dalam format JPEG maupun video bahkan dipantau secara langsung melalui monitor di darat dan dikendalikan dengan remote/tablet serta diposisikan dengan google map.
Pesawat heksacopter seri BM 01X karya siswa SMK Budi Mulia bahkan pernah menjuarai beberapa kompetisi bergengsi, di antaranya Juara I Bidang Teknologi Lomba Jawara SMK 2013. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan