Suara.com - Partai koalisi pengusung pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menargetkan perolehan suara wilayah timur Indonesia sampai 70 persen.
Tim pemenangan capres-cawapres Jokowi-JK Jendral (Purn) TNI Luhut Binsar Panjaitan di Kendari, Jumat (23/4/2014), mengatakan wilayah timur Indonesia diproyeksi sebagai lumbungan suara pasangan yang diusung PDI-P, NasDem, PKB dan partai Hanura.
Figur Jusuf Kalla adalah simbol wilayah timur Indonesia sehingga target perolehan suara sekitar 70 persen cukup rasional, kata Luhut Panjaitan.
Selain bertumpu pada ketokohan Jusuf Kalla juga tandem Jokowi-JK terasa memenuhi harapan publik luas karena karakter keduanya yang disiplin, tegas dan pekerja keras.
"Beberapa hari saya berada di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara tidak mendengar orang yang menginginkan presiden dan wakil presiden selain Jokowi-Jusuf Kalla," kata Luhut.
Ia menambahkan bahwa rakyat Indonesia dapat menilai calon pemimpin mana yang pantas. Mana calon pemimpin teruji, mana calon pemimpin yang memiliki integritas baik dan tidak. (Antara)
Berita Terkait
-
Interview: DJ Una Bimbang Pilih Calon Presiden
-
JK Tak akan Manfaatkan Kasus Suryadharma untuk Serang Prabowo
-
Jadi Tersangka Kasus Dana Haji, Suryadharma Tetap Tim Sukses Prabowo
-
Prabowo Tunjuk Bagian Tubuhnya yang Diperiksa Dokter RSPAD
-
Gabung Tim Jokowi-JK, Anies Baswedan: Ikut Mendorong Orang Baik
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun