News / Metropolitan
Selasa, 16 Juni 2026 | 19:54 WIB
Foto sebagai ILUSTRASI Monas. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi pada 19 Juni 2026 memperingati HUT Jakarta ke-499.
  • Acara puncak di Plaza Selatan Monas menargetkan 20 ribu jemaah untuk memperkuat harmoni dan nilai luhur keberagaman.
  • Rangkaian kegiatan mencakup aksi bersih masjid, ziarah tokoh agama, khotmul Qur'an, hingga peluncuran buku direktori ulama Betawi.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi pada Jumat (19/6/2026), dalam rangka memperingati HUT Kota Jakarta ke-499, dengan puncak acara di Plaza Selatan Monumen Nasional yang diperkirakan dihadiri 20 ribu jemaah.

Gelaran bertema 'Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global' ini dirancang sebagai wujud penghormatan kepada para ulama dan habaib Betawi yang berjasa dalam dakwah, pendidikan keagamaan, serta pembangunan sosial kemasyarakatan di Jakarta.

Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, menegaskan makna strategis dari penyelenggaraan haul ini.

"Haul Akbar ini adalah momentum sakral untuk menghormati jasa para ulama dan habaib yang telah meletakkan fondasi harmoni keagamaan dan kebersamaan di Jakarta. Dengan tema yang diusung, kita ingin menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan transformasi menuju kota global harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur spiritualitas dan kearifan lokal Betawi," kata Chico dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan Gerakan Bersih-Bersih Masjid dan Musala yang menyasar sekitar 4.443 masjid dan 6.657 musala di seluruh Jakarta, dikoordinasikan oleh DMI Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dijadwalkan berziarah ke makam Guru Marzuqi Cipinang Muara usai salat Jumat berjamaah di Masjid Al Marzuqiyah, sementara Wakil Gubernur Rano Karno berziarah ke makam Guru Mughni Kuningan pada pukul 08.00 WIB.

Chico menyebut keterlibatan langsung jajaran pemerintah sebagai teladan bagi warga.

"Gerakan bersih-bersih masjid dan musala serta ziarah ke makam para ulama dan habaib mencerminkan semangat gotong royong dan penghormatan yang tulus dari seluruh elemen masyarakat Jakarta. Partisipasi aktif Gubernur, Wakil Gubernur, walikota, hingga camat dan lurah menjadi teladan nyata dalam menjaga kesucian tempat ibadah dan mengenang jasa para pendahulu," ujarnya.

Menjelang puncak acara, Khotmul Qur'an digelar pukul 15.30 WIB di Masjid Fatahillah Balaikota DKI Jakarta, dipimpin lima kiai senior dengan melibatkan 60 santri dari Pondok Pesantren Al-Hamidiyah dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.

Baca Juga: Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos

Puncak haul yang berlangsung pukul 17.00 hingga 22.00 WIB di Monas akan diramaikan penampilan religi Alma Esbeye serta shalawat oleh Habib Syech Solo beserta Tim Hadroh, dilanjutkan tausiyah, dzikir, tahlil, doa, dan sambutan Gubernur Pramono Anung, dengan seluruh jamaah diimbau mengenakan busana bernuansa putih.

Sebagai bagian dari persiapan dokumentasi sejarah, PPPIJ Jakarta Islamic Centre menyusun Buku Direktori Ulama dan Habaib Betawi yang berhasil menginventarisasi 176 tokoh, sebuah langkah yang dinilai Chico sebagai warisan tak ternilai.

"Melalui penyusunan buku direktori ini kita tidak hanya mendokumentasikan sejarah, tetapi juga memberikan apresiasi atas kontribusi intelektual dan sosial para tokoh agama yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat dan masyarakat. Ini adalah warisan berharga yang harus kita lestarikan bersama," pungkasnya.

Load More