Suara.com - Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'thi mengatakan pemerintah Indonesia belum berhasil mewujudkan toleransi dan sikap menghargai aktivitas beribadah antarumat beragama.
"Pemerintah memang sudah membuat aturan mengenai kerukunan umat beragama dan pendirian tempat ibadah. Namun itu hanya legal formal. Sikap toleransi yang lebih kultural belum berhasil ditanamkan kepada masyarakat," katanya.
Ia menilai pemerintah selama ini terlalu sibuk membuat berbagai macam aturan bagi umat beragama tetapi kurang serius membangun budaya taat beribadah dan sikap toleransi, menghormati dan menghargai pelaksanaan ibadah masing-masing agama.
Menurut Mu'thi, apa pun aturan yang sudah dibuat, bagaimana pun sistem yang dijalankan, apabila tidak disertai dengan sikap toleransi antarumat beragama maka persoalan kekerasan agama akan terus terjadi.
"Perlu pendekatan yang lebih kultural daripada hanya legal formal untuk mengantisipasi dan mencegah kekerasan agama," ujarnya.
Dua penyerangan yang diduga berlatar belakang agama terjadi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang hanya berselisih dua hari.
Penyerangan pertama terjadi terhadap rumah Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus. Saat itu, di rumah Julius, sedang diadakan ibadat doa rosario.
Polri sudah menangkap satu orang yang diduga menjadi pelaku penyerangan. Sedangkan delapan orang lain yang diduga juga menjadi pelaku belum ditangkap.
Kapolri Jenderal Polisi Sutarman sempat mengimbau kepada masyarakat supaya rumah tidak digunakan sebagai tempat ibadah dengan alasan sulit diawasi.
Pernyataan itu sempat menuai protes sejumlah pihak, bahkan Kapolri dinilai tidak paham aturan karena sudah ada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!
-
Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi