Suara.com - Hari ini, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggeledah kantor Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal atas dugaan kasus korupsi penerimaan suap terkait pengurusan proyek tanggul laut di Provinsi Papua.
"Ada penggeledahan di Kementerian PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal)," kata juru bicara KPK, Johan Budi, tentang pengeledahan di kantor di Jalan Abdul Muis Nomor 7, Jakarta Pusat.
"Ruang yang digeledah berada di lantai 2, 4, dan ruang Deputi 1," Budi menambahkan. Deputi 1 Kementerian PDT membawahi Bidang Pengembangan Sumber Daya.
Budi menyatakan ruang kerja Menteri PDT, Helmy Faishal, tidak ikut digeledah.
"Penggeledahan dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan masih berlangsung," kata Budi.
Ruangan-ruangan tersebut sebelumnya sudah disegel sejak Selasa dini hari (17/6/2014) menyusul penangkapan Bupati Biak Numfor Yesaya Sombuk dan Direktur PT Papua Indah Perkasa Teddy Renyut pada Senin (16/6/2014).
Sombuk diduga menerima suap sebesar 100.000 dolar Singapura untuk pengurusan proyek tanggul laut dari Renyut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas