Suara.com - Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia Mugiyanto Ketua IKOHI Mugiyanto memaparkan rekam jejak dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dan Joko Widodo - Jusuf Kalla, tentang kejahatan HAM dan komitmen penegakan HAM.
"Prabowo menurut Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dan hasil penyelidikan Komnas HAM terbukti atas kejahatan HAM dalam kasus penculikan 1997-1998. Lalu, saat bertugas di Timor-Timur, Prabowo diduga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM 'Kampung Janda' di Krakas, Timor Leste, 1983. Kemudian, di Papua, Prabowo diduga terkait dengan pembebasan sandera di Mapenduma, 13 Mei 1996 yang mengakibatkan terbunuhnya delapan warga sipil," kata Mugiyanto dalam konferensi pers di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta, Rabu (25/6/2014).
Sementara pasangan Jokowi-JK, menurut catatan IKOHI, tidak memiliki kejahatan masa lalu.
Karena itu, IKOHI menyatakan menolak bila Indonesia dipimpin oleh Prabowo - Hatta.
"Menolak Prabowo sebagai calon presiden karena terlibat dalam kejahatan di masa lalu, yaitu penculikan aktivis 1997-1998," kata dia.
Mugiyanto pun menuntut di akhir masa pemerintahan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu dan menjalankan rekomendasi DPR tahun 2009 dalam kasus orang hilang 1997-1998, yaitu melakukan pencarian ke-13 aktivis 97-98 yang hilang, membentuk pengadilan HAM ad-hoc, rehabilitasi dan kompensasi atas para korban dan ratifikasi konvensi anti penghilangan paksa internasional.
IKOHI juga berharap pemerintahan hasil Pemilu Presiden 2014 bisa menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!