Suara.com - Tim relawan Joko Widodo - Jusuf Kalla di Papua berhasil mengumpulkan seribu tanda tangan sebagai bentuk komitmen memberikan dukungan kepada capres-cawapres nomor urut dua.
"Tim relawan Jokowi-JK di Papua telah berhasil mengumpulkan 1.000 tanda tangan sebagai bentuk dukungan," kata Ketua Barisan Relawan Jokowi for Presiden, Yakoba Lokbere di Kota Jayapura, Papua, Minggu (29/6/2014).
Dia mengatakan, seribu tanda tangan tersebut merupakan hasil kerja keras semua tim relawan dan sekertaris bersama di semua di sejumlah titik Kota Jayapura sejak pekan lalu, dan hal itu akan terus bertambah seiring waktu pencoblosan.
"Seribu tanda tangan dukungan untuk Jokowi-JK sebagai bukti kongkrit, komitmen kami sebagai pendukungnya dari warga masyarakat Papua," kata Yakoba.
Lokbere yang juga istri dari Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo, memberikan apresiasi yang besar kepada tim relawan dan sekertaris bersama yang telah bekerja dan mengambil inisiatif untuk mengumpulkan ribuan tanda tangan sebagai bentuk dukungan untuk capres dan cawapres nomor urut dua itu.
"Terima kasih kepada relawan Jokowi-JK, tim sekertaris bersama dan seluruh masyarakat Kota Jayapura dan Papua pada umumnya yang terus memberikan dukungan positif," katanya.
Sementara itu, Rina Tabuni selaku koordinator sekertaris bersama mengatakan, seribu tanda tangan untuk pasangan Jokowi-JK merupakan dukungan luar biasa dari rakyat Papua.
"Seribu tanda tangan ini membuktikan sosok Jokowi dan JK mempunyai tempat di hati rakyat Papua. Kami juga berhasil mengumpulkan dana secara swadaya sebesar Rp10 juta," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat