Suara.com - Calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla (JK) menekankan pentingnya peran keluarga sebagai tulang punggung pendidikan. Itulah sebabnya, para ibu, sebagai orang tua yang bertanggung jawab atas pendidikan anak, harus diperhatikan.
"Sumber Daya Manusia dan IPTEK menghasilkan produktivitas yang baik untuk bangsa kita. Kalau soal pendidikan, itu menjadi tanggung jawab kita semua. Keluarga adalah sumber inspirasi, pendidikan, dan budi pekerti. karena itu keluarga harus jadi tulang punggung pendidikan. Oleh karena itu, ibu-ibu yang bertanggung jawab pada anak-anak kita harus diberi perhatian," kata JK.
JK juga menilai perlunya pendidikan gratis bagi kaum difabel, serta pembentukan karakter, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi.
"Begitu juga dengan kaum difabel, harus diperhatikan haknya untuk mendapat pendidikan baik dan gratis. Pendidikan akan jadi bagian yg penting untuk memajukan bangsa, mulai dari paud untuk membentuk karakter, hingga perguruan tinggi dengan anggaran yang besar. lepas dari itu, teknologi harus menjadi bagian integral. Teknologi menjadi urusan negara dan kita semua," sambung JK.
Hal itu disampaikan JK sebagai pernyataan penutupnya dalam debat antarcawapres yang diselenggarakan Minggu (29/6/2014). Debat yang mengambil tema "Pengembangan Sumber Daya Manusia dan IPTEK" ini digelar di Gedung Bidakara, Kuningan, Jakarta Selatan. Debat ini dipandu oleh moderator akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat