Suara.com - Seorang gadis asal berusia 9 tahun meninggal akibat amuba yang memakan otaknya. Amuba itu masuk ke dalam otak melalui hidung si gadis saat dirinya sedang berenang.
Gadis asal Kansas, Amerika Serikat tersebut bernama Hally Yust. Awalnya, Hally dilarikan ke rumah sakit setelah menunjukkan gejala seperti penyakit meningitis. Namun, uji medis menunjukkan bahwa Hally terinfeksi amuba dan tidak bisa disembuhkan.
Meski sudah ditangai secara medis, Hally akhirnya meninggal dunia pada hari Rabu lalu.
"Hidup putri kami direnggut oleh organisme amuba yang hidup di air tawar. Kami ingin memberitahukan pada Anda bahwa hal ini sangat jarang terjadi dan ini bukan sesuatu yang perlu ditakutkan," kata keluarga Hally saat diwawancarai Fox News.
Amuba yang masuk ke dalam otak Hally disebut Naegleria fowleri. Amuba tersebut banyak ditemui di danau dan sungai.
Dalam lima dekade terakhir, ada sedikitnya 500 kasus semacam ini. Para dokter mengatakan, jika amuba tersebut sudah ada di dalam otak, tidak ada yang bisa dilakukan. Gejala yang timbul antara lain kaku pada leher, dan sakit kepala. (Mirror)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat