Suara.com - Tim Transisi capres cawapres terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) langsung ‘ngebut’ mempraktikkan sejumlah rencana yang sudah disusun sebelumnya, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan Prabowo Hatta.
Deputi Tim Transisi Hasto Kristiyanto kepada suara.com, Jumat (22/8/2014), mengungkapkan, tim akan segera menghubungi perwakilan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berpartisipasi dalam draft rancangan APBN 2015, sambil menunggu pelantikan 20 Oktober nanti.
“Dalam jangka pendek itu targetnya draft APBN untuk mempersiapkan transisi kekuasaan dari SBY,” terang Hasto yang dihubungi melalui telepon.
Hasto mengklaim, kedua pemimpin akan mencoba untuk aktif dan tidak dalam posisi menunggu untuk memulai komunikasi.
“Dua-duanya aktif, kesempatan sudah terbuka,” tuturnya.
Dia juga mengungkapkan langkah lainnya untuk mencari kekuatan baru di parlemen agar semua program, termasuk rancangan APBN 2015 bisa diterima.
“Ini memerlukan pencermatan dan akan menggalang kekuatan di Parlemen. Kita harus bisa melihat peluang implementasi (penerapan) program,” tambahnya lagi.
Sebelumnya terkait penyusunan kabinet, Ketum PKB Muhaimin Iskandar sempat mengungkapkan kalau Jokowi-JK akan mulai mendiskusikan soal susunan kabinet pertengahan September.
Pembahasan termasuk soal calon kriteria menteri yang sempat diperdebatkan.
Jokowi sendiri kemarin, Kamis (21/8/2014), di Balai Kota mengaku sudah bertemu dengan Jusuf Kalla dan Ketum PDI Perjuangan untuk membahas soal susunan kabinet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT