Suara.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membantah ada ketidakharmonisan pada hubungan antara dirinya dengan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPRD Jateng sejak satu bulan terakhir.
"Enggak lah, saya justru heran kok bisa muncul informasi yang seperti itu (hubungan yang tidak harmonis dengan Fraksi PDIP)," katanya di Semarang, Rabu (3/9/2014).
Sebelumnya beredar informasi di kalangan wartawan yang menyebutkan bahwa diduga hubungan Ganjar dengan Fraksi PDIP di DPRD Jateng sedang tidak harmonis.
Hal yang memperkuat dugaan ketidakharmonisan itu adalah pada acara ramah tamah dan perpisahan dengan anggota DPRD Jateng periode 2009-2014 di Wisma Perdamaian, Senin (1/9/2014) malam, itu hanya dihadiri dua orang dari 22 anggota Fraksi PDIP.
Dua anggota Fraksi PDIP DPRD Jateng yang hadir pada acara yang digagas Ganjar Pranowo itu adalah Slamet Effendi dan Adi Rustanto.
Terkait dengan hal tersebut, Ganjar menjelaskan bahwa anggota DPRD Jateng sekaligus anggota Fraksi PDIP sudah izin tidak bisa hadir karena harus mengikuti rapat internal partai di kantor DPD PDIP Jateng.
"Para anggota dewan yang juga kader partai itu sedang rapat membahas persiapan kaderisasi tingkat madya dan rakernas yang diselenggarakan di Semarang dalam waktu dekat," ujarnya.
Ganjar juga mengaku sudah berpesan kepada seluruh anggota DPRD Jateng dari PDIP agar jangan sampai diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak ingin PDIP solid.
Pimpinan sementara DPRD Jateng periode 2014-2019 Rukma Setyabudi yang ditemui terpisah mengungkapkan bahwa tidak ada masalah pada hubungan antara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Fraksi PDIP.
"Fraksi PDIP DPRD Jateng mendukung penuh program-program dari Bapak Gubernur terutama yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sehingga tidak benar kalau ada yang menyebutkan tidak harmonis," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?
-
Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit
-
Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol
-
DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik
-
Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas
-
Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Terungkap dari Istri Noel, Transparansi KPK Disorot