Suara.com - Pengamat komunikasi politik Tjipta Lesmana menilai, meski telah ada pertemuan yang positif antara presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto, bukan berarti pemerintahan Jokowi dan JK akan bebas dari gangguan politik lawan-lawannya.
Berbicara di hadapan perwakilan masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Tiongkok, Tjipta Lesmana mengatakan, politik itu adalah bagaimana memberikan kesan yang positif terhadap kawan maupun lawan politik.
"Tidak ada yang tulus abadi, apalagi politik di Indonesia itu warnanya adalah politik balas dendam. Jadi, dalam jangka pendek pertemuan itu dapat meredakan ketegangan politik menjelang pelantikan nanti. Tapi, bukan berarti pemerintahan mendatang tetap rawan untuk digoyang, bahkan di-impeachment," tutur Tjipta di Beijing, Sabtu (18/10/2014) malam waktu setempat.
Oleh karena itu, Jokowi dan JK harus kuat untuk menghadapi beragam ujian nanti salah satu kuncinya pada komposisi kabinet yang akan diumumkan sehari setelah pelantikannya. Susunan kabinet itu masih dapat berubah jika ada kecurigaan dari KPK dan PPATK mengenai calon menteri. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan