Suara.com - Monica Lewinsky, mantan karyawan magang Gedung Putih yang diisukan selingkuh dengan Bill Clionton, Presiden Amerika Serikat (AS) kala itu, kembali bersuara. Kali ini, perempuan yang mengaku melakukan sembilan aktivitas seksual dengan Clinton, mengaku bahwa dirinya jatuh cinta dengan lelaki beristri itu.
Hal itu ia ungkap dalam pidato di sebuah konferensi yang dihelat majalah bisnis Forbes. Sambil berurai air mata, Lewinsky "curhat" soal betapa sakitnya dipermalukan dan jadi bulan-bulanan media.
Ini adalah kali pertamanya perempuan berusia 41 tahun itu memberikan pidato di depan publik sejak rumor hubungan terlarangnya dengan Clinton marak diberitakan pada pertengahan hingga akhir tahun 90an. Lewinsky mengatakan, dirinya menentang budaya internet yang tak segan menyerang orang-orang bermasalah.
Lewinsky menyebut, ia adalah orang pertama yang reputasinya dihancurkan lewat internet. Ia juga sedikit membeberkan perasaannya terhadap mantan orang nomor satu di AS itu.
"Saya jatuh cinta dengan atasan saya selama sekitar 22 tahun," tuturnya.
"Namun (yang jadi masalah), atasan saya adalah Presiden Amerika Serikat," lanjutnya.
"Pada tahun 1995 kami memulai hubungan perselingkuhan, pasang surut, selama dua tahun. Dan ketika itu, (hubungan) itu adalah segalanya bagi saya. Anda bisa bilang, itu adalah kenangan manis dalam hidup saya. Namun, yang membuatnya jadi buruk adalah bagian di mana hubungan kami terbongkar ke masyarakat. Masyarakat yang penuh dendam," ujar Lewinsky.
Lewinsky adalah pegawai magang Gedung Putih saat perselingkuhan itu bermula. Perempuan itu sudah berusia 25 tahun saat skandal itu terungkap ke publik dan hampir mengkandaskan karier Clinton sebagai presiden AS.
Menurut Lewinsky, skandal itu terjadi bertepatan dengan mulai maraknya media sosial dan internet yang berkembang pesat. Lewinsky selalu merasa terintimidasi setiap saat dirinya melihat pemberitaan yang, menurutnya, melenceng dari fakta.
"Ya Tuhan, dan saya tidak percaya apa yang mereka muat (di internet). Itu sangat keluar dari konteks. Dan ada kalimat yang selalu berulang-ulang terdengar di kepala saya: saya ingin mati," kenangnya.
Kini, Lewinsky mengabdikan dirinya untuk mencoba mengubah budaya internet yang menurutnya tiada henti mempermalukan orang di depan umum. Keinginan itu muncul menyusul kematian Tyler Clementi, seorang mahasiswa homoseksual yang bunuh diri setelah rekaman video seksnya beredar di internet. (Telegraph)
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan