Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) setelah Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berlangsung dua pekan lebih.
"Ke sini (KPK) berkaitan dengan LHKPN bersama dukungan KPK sehingga kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan transparan serta tata kelola laut yang berkelanjutan dan lestari," katanya di Jakarta, Senin (10/11/2014).
Meski begitu Menteri tidak membeberkan berapa besar kekayaan yang dilaporkan ke KPK, namun menyerahkannya ke akuntan pribadinya untuk memberikan penjelasan.
"Saya nggak tahu, yang tahu akuntansi saya. Dia yang akan menjawabnya. Pasti juga akan diumumkan," katanya.
Menteri mengakui bahwa dia hanya sebagai pekerja, sehingga tidak pernah menghitung apa yang dipunyainya walaupun secara keseluruhan jumlahnya banyak.
Lagi-lagi, Menteri ketika didesak wartawan mengonfirmasi soal banyaknya harta yang dimiliki hanya menjawab, "Saya tidak attach sama material thing.".
Sebelum Menteri Susi Pudjiastuti, beberapa penyelenggara negara Kabinet Kerja yang telah memasukkan LHKPN yaitu Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri), dan Anak Agung Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi-UMKM).
Selain itu, Yuddy Chrisnandi (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi), Nila Djuwita Moeloek (Menteri Kesehatan), Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) serta Sofyan Djalil (Menko Perekonomian).
Di hari yang sama Senin (10/11) Presiden dan Wakil Presiden Periode 2009-2014 Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono juga telah melaporkan kekayaan melalui utusannya. Begitupun dengan 23 anggota DPR.
Di Surabaya (10/11), Ketua KPK Abraham Samad menegaskan bahwa telah lima orang lebih menteri yang menyerahkan LHKPN ke KPK, namun pihaknya tidak membatasi waktunya.
"Sudah lima orang lebih, tapi kita tidak membatasi waktunya, kita akan berikan waktu seluas-luasnya," katanya setelah memberi pengarahan pada Kongres Pelajar Nusantara yang dihadiri seribu pelajar se-Indonesia di Surabaya (8-12/11). (Antara)
Berita Terkait
-
Terpopuler: Kemewahan Toyota Fortuner 2006, Garasi Komisaris Bank BJB Susi Pudjiastuti
-
Resmi! Susi Pudjiastuti Diangkat Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Berapa Gajinya?
-
Sah Jadi Komisaris Bank BJB, Isi Garasi Otomotif Susi Pudjiastuti Cukup Nyentrik
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Benteng Terakhir Pesisir: Mengapa Zona < 1 Mil Harus Dilindungi Total
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
MBG Watch Curiga Narasi Selamatkan Aset Motor Listrik Hanya Tutupi Proyek Bermasalah
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite: Efek Domino di Baik Kenaikan BBM yang Mengintai
-
Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian
-
Massa Mahasiswa ke Aparat di Thamrin: Bapak Nanti Jaganya di HI Saja, Biarin Kita Jalan Dulu Pak!
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
DPR Endus Pemborosan Rp1 T di BGN, Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG
-
Alasan Polisi Larang Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Takut Jakarta Lumpuh
-
Kisah Ade dan Obed, PKL yang Ketiban Rezeki Nomplok di Tengah Riuhnya Demo Mahasiswa di Bundaran HI
-
Demo Mahasiswa: 5 Rute Transjakarta Berhenti dan MRT Tutup Sejumlah Akses Stasiun