Suara.com - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Effendi Simbolon menilai Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak menyadari sepenuhnya bila mayoritas masyarakat Indonesia merupakan pengguna bahan bakar minyak.
Itu sebabnya, Effendi menolak keinginan Wakil Presiden untuk mencabut subsidi harga BBM. Menurut Effendi, bila JK tetap mendukung kebijakan pencabutan subsidi, sama artinya antipati terhadap rakyat.
"Ini terlalu bernafsu, Pak JK. Mazhab berpikiran Pak JK sangat liberal, nggak pernah berempati dari para pengguna BBM itu," kata Effendi di Jakarta, Selasa (11/11/2014).
Menurut Effendi masyarakat Indonesia sudah begitu tergantung dengan BBM dan hal itu harus dipertimbangkan betul oleh pemerintah sebelum memutuskan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi.
Effendi juga mempertanyakan komitmen pemerintah dengan pencabutan subsidi harga BBM. Dia juga ingin tahu langkah konkrit yang diambil pemerintah sebagai kompensasi atas kebijakan tersebut.
"Kenapa tidak komitmen keluar secara bertahap dari ketergantungan BBM subsidi berbasis fosil," kata Effendi.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden JK telah memberikan sinyal untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Di berbagai kesempatan, Presiden Jokowi menyatakan siap untuk tidak populer dalam mengambil kebijakan saat menyinggung subsidi BBM bersubsidi yang membebani APBN.
"Ada yang bilang nanti tidak populer, saya jadi pemimpin bukan untuk populer kok. Itu tanggungjawab pemimpin, kebijakan pasti ada resikonya," kata Jokowi ketika berpidato dalam Musnas Kegiatan Alumni Universitas Gadjah Mada di Kendari, Kamis (6/11/2014), lalu.
Jokowi kemudian menguraikan subsidi BBM yang mencapai Rp714 triliun selama lima tahun terakhir. Jokowi membandingkan anggaran untuk kesehatan dan infrastruktur. "Anggaran kesehatan Rp202 triliun dan infrastruktur sebesar Rp577 triliun, ini masih kalah dari BBM bersubsidi," kata Jokowi.
Menurut kabar yang beredar, kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilaksanakan November ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai