Suara.com - Ada yang menarik dalam kunjungan kerja pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke luar negeri di Beijing, Tiongkok, untuk menghadiri pertemuan puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), kepala-kepala pemerintahan negara adidaya ternyata antre untuk bertemu Presiden Jokowi.
Selain itu sumber di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mengatakan bahwa permintaan untuk wawancara Presiden Jokowi terus mengalir.
Antusiasme lain juga tampak diberikan oleh para pemimpin perusahaan yang mengikuti CEO Summit. Seusai Presiden Jokowi memaparkan presentasinya tentang potensi investasi di Indonesia, puluhan CEO telah mengerumuninya untuk berbincang atau berfoto.
Bahkan, tidak sedikit yang mengajak Presiden Jokowi untuk melakukan "selfie" (self-potrait).
"Konstitusi kita menyatakan bebas aktif jadi saya sendiri mencari kawan juga boleh dong. Mau di sini, di sini, dan kawan sebanyak-banyaknya," kata Presiden, Senin (10/11/2014) malam.
Hingga hari ketiga kunjungan kerjanya di negeri tirai bambu itu, Presiden Jokowi telah melakukan pertemuan bilateral dengan antara lain Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Keqiang, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin serta Presiden Korea Selatan Park Geun-hye.
"Ada kepentingan-kepentingan mereka. Tentu saja kalau kita melihat adalah kepentingan untuk mencari kawan," katanya.
Namun ia mengatakan semua hubungan tersebut tetap harus menomorsatukan kepentingan rakyat dan kepentingan nasional Indonesia.
Sepulangnya Presiden Jokowi dari mengikuti jamuan santap malam APEC dengan tuan rumah Presiden Xi Jinping, puluhan warga negara Indonesia di Beijing juga telah menantinya di lobi hotel. Beberapa di antaranya adalah para diaspora Indonesia yang telah berusia lanjut.
Kepala Negara melakukan kunjungan kerja selama empat hari, 8-11 November, di Beijing. Seusai menyelesaikan kunjungan kerjanya di Beijing, sebagaimana sebagian besar pemimpin ekonomi peserta APEC, Presiden dijadwalkan bertolak menuju Myanmar untuk mengikuti pertemuan puncak ASEAN dan Asia Timur.
Kunjungan kerja itu dilakukan kurang dari tiga pekan setelah Presiden Jokowi dilantik pada 20 Oktober.
Tag
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir