- Kementerian ESDM dan Mitsubishi Fuso membahas roadmap penerapan B50 pada Jumat, 7 Agustus 2026, demi kemandirian energi nasional.
- Formulasi B50 telah diuji melalui road test sejauh 40.000 kilometer pada kendaraan komersial berat tanpa kendala berarti.
- Pelaku usaha logistik memastikan penggunaan bahan bakar B50 tidak menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap operasional armada mesin.
Suara.com - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku distributor resmi Mitsubishi Fuso berkolaborasi dengan Kementerian ESDM membahas roadmap implementasi B50. Forum interaktif ini menjadi penegasan bahwa Indonesia siap menjadi pionir dunia dalam penerapan campuran biodiesel 50 persen guna mewujudkan kemandirian energi nasional.
Koordinator Pokja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa formulasi B50 telah melalui serangkaian uji coba teknis yang sangat ketat. Pengujian tersebut mencakup uji jalan atau road test sejauh 40.000 kilometer untuk kendaraan komersial di atas 3,5 ton.
"Motivasi utama dari perjalanan panjang implementasi B50 ini adalah ketahanan energi agar Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri. Formulasi B50 ini tidak diputuskan seketika, melainkan melalui perjalanan panjang sejak B25 pada 2008 hingga uji jalan (road test) sejauh 40.000 kilometer untuk kendaraan di atas 3,5 ton,” papar Cahyo, Jumat (7/8/2026).
Mitsubishi Fuso memastikan jajaran produknya seperti Canter maupun Fighter X berteknologi Euro 4 telah siap mengadopsi bahan bakar terbarukan ini. Sales & Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, menyebut partisipasi aktif pabrikan dalam tahap pengujian membuahkan hasil positif tanpa kendala berarti.
"Kami di industri otomotif berkomitmen penuh mendukung program pemerintah. Salah satu varian kami, Mitsubishi Fuso Canter, terlibat langsung dalam uji jalan B50 sejauh 40.000 kilometer dan hasilnya berjalan lancar tanpa dampak negatif signifikanpada kendaraan,” jelas Aji Jaya.
Keyakinan serupa datang dari pelaku usaha logistik nasional yang telah menguji coba penggunaan bahan bakar tersebut pada ribuan unit armadanya. Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk, Ronny Senjaya, mengungkapkan operasional bisnis tetap produktif meskipun menggunakan kadar nabati lebih tinggi.
"Sebagai perusahaan angkutan darat yang mengoperasikan lebih dari 2.000 unit armada (CDD) dan tronton wingbox) untuk rute Jabodetabek, Jawa, Sumatera hingga Sulawesi, kami merasakan dampak transisi ke B50 ini tidak begitu buruk, tidak ada kendala signifikan terhadap mesin,” terangnya.
Mitsubishi Fuso kini berfokus pada edukasi pemeliharaan preventif melalui jaringan 223 dealer untuk menjaga performa armada konsumen tetap maksimal. Sinergi antara pemerintah serta produsen menjadi kunci keberhasilan transisi energi bersih di sektor transportasi komersial Indonesia.