News / Nasional
Sabtu, 29 November 2014 | 05:30 WIB
Presiden Jokowi disambut Gubernur Lampung M. Ridho Ficcardo, di atas KM. Portlik III menuju Bakaehuni, Selasa (25/11/2014). (Setkab.go.id)

Suara.com - Barisan Relawan Jokowi Presiden menyatakan pihak-pihak yang berpikiran hendak melengserkan Jokowi dalam dua tahun ini akan berhadapan dengan rakyat.

"Siapa saja yang mencoba melengserkan Jokowi, akan berhadapan dengan rakyat. Kalau rakyat yang punya mau, tak ada yang bisa mencegah. Maka jangan angkuh," kata Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden Sihol Manullang dalam pernyataan pers yang diterima suara.com, Sabtu (29/11/2014)

Sihol mengatakan belakangan ada sejumlah pihak yang menyatakan bahwa Jokowi akan lengser dan akan dilengserkan dalam dua tahun.

"Relawan Jokowi itu adalah personifikasi rakyat. Ayo, coba berhadapan dengan rakyat, kita lihat hasilnya," kata dia.

Sihol menambahkan masa sebelum Presiden Jokowi sesungguhnya terjadi keterlepasan (uncoupling) elite politik dengan rakyat. Elite dan rakyat tidak saling mengkait, tetapi terlepas. Akibatnya, opini elite tidak sama dengan aspirasi

"Hasil pilpres lalu adalah bukti nyata keterlepasan/uncoupling itu. Hasil sudah nyata dan bisa diverifikasi, namun para elit politik belum sadar juga. Apalagi dengan beberapa partai yang mendukung Pilkada DPRD, rakyat tidak akan melupakan mereka,"

Rakyat yang merasa hak politiknya dirampas oleh partai melalui Pilkada DPRD, kata Sihol, akan menegaskan aspirasinya di bilik suara Pileg 2019 mendatang.

"Dalam situasi ini, jalan terbaik adalah bertobat, supaya rakyat kembali bersimpati. Kalau tidak, bisa-bisa 2019 tidak lolos ke Senayan," kata dia.

Seperti diketahui, saat ini Jokowi sedang 'diserang' dengan dua isu oleh lawan politik. Pertama setelah kenaikan harga BBM, kedua setelah menunjuk Prasetyo menjadi jaksa agung.

Load More