Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar versi Musyawarah Nasional (Munas) IX Jakarta, Zainuddin Amali menegaskan, yang berkantor di Kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta, hanyalah kepengurusan DPP Partai Golkar versi Musyawarah Nasional (Munas) IX Jakarta.
"Yang ngantor di DPP adalah yang diputuskan dalam Munas Jakarta," tegas Zainuddin, di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Hal itu sekaligus menjawab pertanyaan tentang hadirnya Ketua DPP Bidang Kesehatan dan Lingkungan versi Musyawarah Nasional (Munas) IX Bali, Rully Chaerul Azwar, di Kantor DPP Golkar. Rully mengaku datang ke Kantor DPP Golkar untuk menyelesaikan tugasnya dan menggunakan ruangannya, di ruangan 103.
Disinggung soal keberadaan Rully yang menggunakan fasilitas Kantor DPP ini, Zainuddin enggan berkomentar panjang.
"Saya tidak tahu (dia bekerja)," kata Zainuddin.
Zainuddin mengatakan, kedatangan Rully itu untuk bertemu Ketua Umum Partai Golkar versi Munas IX Jakarta Agung Laksono. Mengenai isi pembicaraannya, Zainuddin mengaku tidak tahu.
"Dia ketemu pak Agung. Apa yang dibicarakan saya nggak tahu," tegasnya.
Sebelumnya, Rully mengatakan, dia ke Kantor DPP Golkar ini untuk mengerjakan tugasnya. Dia memang punya ruangan bernomor 103 di lantai bawah.
"Ada kerjaan, saya kan biasa bikin konsep dan nulis," tegas Rully yang meninggalkan lokasi dengan mobil Mercy berplat nomor B 2211 VB.
Dia pun tidak merasa canggung atau takut menggunakan fasilitas ini. Sebab, menurutnya hal itu bisa didiskusikan. "Ya, kita kan sama-sama, saya juga sudah lama di sini," ujar Rully.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat
-
Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU
-
Ngotot Jadi Presiden Meski Gagal Pilpres 4 Kali, Prabowo: Saya Lihat Indonesia Menuju Arah Salah
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Kenapa John Herdman Tak Berada di Bench Timnas Indonesia? Disamakan dengan Luis Enrique
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?