Suara.com - Aktivis pergerakan Sun Flower Johanne Liou pernah diganjar predikat Ratu Aktivis Taipei. Wajah cantiknya sering menghiasi pemberitaan media Cina. Setelah melahirkan, mendadak liou banting setir jadi Penjaja Seks Komersil (PSK) kalangan atas.
Pengakuan mengejutkan itu disampaikan Liou lewat pesan di akun facebook-nya. Demi memenuhi kebutuhan hidup dia dan bayinya, Liou terpaksa jadi pemuas syahwat laki-laki hidung belang. Pernyataan ini muncul menyusul pesan ancaman bunuh dirinya.
"Pergi tak membuat saya lega. Saya kui kekalahan ini," tulisnyaseperti yang dilansir lama Asiaone.
Dalam percakapan yang berhasil dicapture, untuk menyambung hidup Liou pun terpaksa menjual diri dan berdagang minuman keras ke pengusaha asal Hongkong.
Dalam pesannya, dia meminta maaf kepada orangtua dan putrinya yang terkena imbas pemberitaan tentang dirinya. Dia juga berterima kasih kepada laki-laki bernama Chen, yang diduga bekas tunangannya. Liou dan Chen rencananya menikah April mendatanng. Namun, setelah pengakuannya Chen tiba-tiba menghilang.
Selama bergabung dalam pergerakan Sun Flower, Liou mengaku pernah mengandung anak hasil hubungannya dengan Chen. Namun lantaran tak disetujui keluarga, bayi tersebut digugurkan. (Asiaone)
Tag
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung