Suara.com - Jelang Natal dan Tahun Baru adalah hari-hari rawan kejahatan. Banyak penjahat keluar dari persembunyiannya untuk menggasak harta warga kota.
Rumah, merupakan salah satu barang terfavorit untuk dirampok mereka. Betapa tidak, banyaknya harta benda di dalam rumah, dapat membuat pencuri kaya mendadak bila berhasil menggasaknya.
Baru-baru ini, penelitian di Inggris mengungkapkan ciri-ciri rumah yang mudah dibobol oleh perampok.
Ciri utama adalah rumah yang memiliki letak agak jauh dari tetangganya. Juga mempunyai kebun belakang dan tidak bergarasi.
"Rumah dengan jarak 11 meter dari tetangga terdekat saja sudah membuat pencuri nyaman mengobrak-abrik isi rumah," kata peneliti seperti dikutip dari laman Mirror.
"Pencuri juga selalu menargetkan rumah yang tidak memiliki garasi di dalamnya," lanjutnya.
Selain itu, rumah yang mudah dibobol juga tidak memiliki alarm pencuri dan pencahayaan yang terang. "Sekitar 75 persen pencuri sukses membobol rumah tanpa alarm dan memiliki cahaya yang redup," ujarnya.
Penelitian juga mengungkapkan bahwa perampok mengincar barangpbarang elektronik (87 persen), uang tunai (54 persen), perhiasan (53 persen) dari dalam rumah.
Sedikit dari perampok juga mengambil barang-barang pribadi seperti paspor dan dokumen (14 persen), yag bakal digunakan mereka untuk penipuan.
Pada kesempatan itu, peneliti juga membeberkan cara efektif agar rumah tak dibobol maling saat Natal. "Pencegahannya cukup mudah, jangan biarkan rumah gelap saat Anda keluar rumah, dan pasang alarm," ujarnya.
"Batalkan pengiriman susu, koran dan lainnya. Karena perampok kerap kali menyamar sebagai pengirim benda," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama