Suara.com - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) segera mengumumkan nama delapan pejabat yang memiliki rekening ‘gendut’, menyusuk Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Penelitian Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).
"Kejagung bilang ada satu kasus yang masuk dalam penyidikan, saya pikir nama itu harus disebutkan," ucap Emerson di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (21/12/2014).
Dia menilai, nantinya pemilik rekening gendut itu masih ditutupi oleh aparat penegak hukum, bakal menimbulkan dugaan atau alibi bahwa transaksi yang dilakukan, adalah transaksi yang dianggap sah.
"Nah, untuk kejaksaan sendiri kita juga menjadi pertanyaan, ini serius atau engga? Kalo engga serius engga usah diumumkan, tapi kalau serius umumkan," jelas dia.
"Karena pengalaman yang kita pantau sejauh ini, belum ada satu kasus di kejaksaan yang berkaitan dengan rekening gendut itu diproses lebih lanjut," tambah Emerson.
ICW menilai sejauh ini, Kejagung hanya melihat ada dana yang dinilai tidak wajar, namun tidak ada satupun kepala daerah yang memiliki rekening gendut diproses Kejaksaan sampai ke pengadilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi