Suara.com - Ratusan rumah di kompleks Dosen IKIP Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, terendam akibat tingginya intensitas hujan, Senin (9/2/2015).
"Air mulai naik pada Minggu (8/2) sekitar pukul 23.00 WIB dari saluran air yang melintas di samping perumahan kami," kata salah satu warga kompleks Dosen IKIP, Leman.
Dia menceritakan genangan air setinggi 75 hingga 50 sentimeter terjadi sejak pagi hingga siang hari di dalam rumah.
"Kalau warga sih sudah terbiasa dengan air setinggi pinggang orang dewasa. Ini adalah banjir kedua sepanjang 2015 ini," katanya.
Genangan air terpantau paling parah berada di Blok I atau bagian depan perumahan tersebut.
Selain menggenangi perumahan IKIP, banjir juga nyaris memutus akses Jalan Jatibening yang menuju pintu masuk Tol Jetibening.
Tak sedikit kendaraan motor yang mogok akibat memaksa menerobos jalur tersebut karena tidak adanya larangan.
Pengendara yang takut menerobos memilih memutar balik dan mengambil jalur alternatif .
Sementara kendaraan roda dua bisa melalui jalan alternatif kampung di sekitar IKIP untuk bisa melintas.
Kompleks tersebut memang berada di daerah cekungan sehingga kerap dilanda banjir saat musim hujan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus