Suara.com - Sejumlah petinggi politisi PDI Perjuangan tidak bisa dihubungi saat hendak ditanya berkaitan dengan isu interpelasi kepada Presiden Joko Widodo yang berhembus kuat dari kalangan internal partai berlambang banteng moncong putih itu.
Dari sejumlah petinggi yang coba dihubungi suara.com sejak siang hingga sore ini, Senin (23/2/2015), hanya Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga PDI Perjuangan Maruarar Sirait yang menjawab telepon.
Kendati mengangkat telepon, Ara, panggilan akrab Maruarar, langsung menolak menjawab soal kabar interpelasi dan berlasan sedang rapat.
“Saya sedang rapat ya, lewat sms saja kalau tanya soal itu (interpelasi),” kilah Ara.
Namun setelah ditunggu lebih dari tiga jam, Ara tak juga kunjung merespon pertanyaan soal interpelasi.
Demikian juga dengan Plt Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Pramono Anung, Wakil Sekjen Ahmad Basarah yang dikabarkan hadir dalam pertemuan dengan Megawati membahas interpelasi di Jalan Teuku Umar, Jakarta, juga tak mengangkat teleponnya.
Trimedya Panjaitan yang kerap bersuara lantang soal Jokowi berkaitan dengan polemik penunjukan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai Kapolri juga tak bisa dihubungi. Begitu juga dengan Effendi Simbolon yang kerap lantang terhadap kebijakan Jokowi.
Sebelumnya sejumlah media mengangkat soal kabar interpelasi yang dipertimbangkan oleh politisi PDI Perjuangan di DPR. Koran Tempo juga menulis soal dugaan adanya instruksi dari Megawati untuk mempertanyakan kebijakan pembatalan BG kepada kadernya sendiri, Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?