Suara.com - Terpidana mati asal Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang akan di pindahkan ke LP Nusa Kambangan besok Rabu (4/3/2014) tinggalkan warisan buat narapidana lainnya di LP Kerobokan, Bali.
Semua barang-barang milik kedua napi itu ditinggalkan atau diberikan kepada teman-temannya seperjuangan dalam kasus penyelundupan narkoba pada 2005 lalu.
Kedua napi itu menyelundupkan heroin seberat 8,2 kilogram bersama 7 warga Australia lainnya yang tidak terkena hukuman mati.
Tujuh narapidana itu Si Yi Chen, Michael Czugaj, Renae Lawrence, Tan Duc Thanh Nguyen, Matthew Norman, Martin Stepnes dan Scott Rush.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar (LP Kerobokan) Sujonggo mengatakan, barang mereka sebagaian besar diberikan kepada teman-temannya. Barang tersebut, seperti pakaian, bantal, guling, seprei dan beberapa barang-barang lainnya.
"Kan tidak mungkin dibawa semuanya. Jadi barang itu diberikan kepada temannya," paparnya, di LP Kerobokan, Denpasar, Selasa (3/3/2015)
Sujonggo juga sempat meminta kalau koleksi lukisannya boleh dibawa ke Nusakambangan, namun hanya disarankan hanya sebagian saja yang boleh dibawa.
"Dia (Myuran) tadi nanya juga apakah barangnya sudah siap dibawa semuanya,"ungkapnya.
"Mereka santai-santai saja tidak ada hal-hal yang aneh, bahkan tadi dia ketawa-ketawa sama saya," tutupnya. (Sukiswanti)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat