Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata digigit nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti). Hari ini, Senin (9/3/2015), ia tidak bisa masuk kantor karena menderita demam berdarah.
Mendengar kabar tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung turut prihatin.
"Kita doain cepet sembuh dan tetap jaga kesehatan," ujar Lulung di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Politikus PPP yang selama ini kerap bersitegang dengan Ahok itu pun berpesan agar Ahok jangan terlalu memforsir tenaga sehingga sakit. Ia mengingatkan bahwa tugas berat masih menanti.
"Jangan diforsir, jangan terlalu stres, karena kita menghadapi masalah besar, APBD belum selesai, apalagi dia sudah mulai pergub-pergub-an (peraturan gubernur tentang APBD)," kata Lulung.
Lulung yang namanya baru-baru ini mendunia gara-gara diolok-olok publik di Twitter dengan tanda #SaveHajiLulung berharap permasalahan APBD segera diselesaikan agar pembangunan di Jakarta tidak terganggu.
"Kita doain beliau cepat sembuh. APBD adalah kepentingan rakyat Jakarta, (jadi harus segera diselesaikan)," kata Lulung.
Seperti diketahui, saat ini Pemprov DKI Jakarta dan DPRD sedang berselisih soal APBD 2015. Kemendagri sedang menengahi permasalahan yang merupakan buntut dari tudingan Ahok tentang adanya dana siluman di APBD 2015 sebesar Rp12,1 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?