Suara.com - Puluhan aparat kepolisian dan Pecalang atau petugas keamanan adat khas Pulau Dewata mengawal jalannya pawai ogoh-ogoh (boneka raksasa) di kawasan Simpang Enam, Denpasar, Bali, Jumat (20/3/2015) malam agar arus lalu lintas tetap lancar dan tertib.
Namun, sempat terjadi kemacetan di Jalan Pulau Tarakan menuju Simpang Enam ke Jalan Pulau Nusa Kambangan dan Teuku Umar karena banyaknya iring-iringan boneka raksasa itu.
Puluhan polisi dan pecalang yang saat itu bertugas, langsung sigap mengatur arus lalu lintas setempat sehingga tidak terjadi kemacetan panjang.
Dalam pengamanan arus lalu lintas di sepanjang jalan itu, polisi dan pecalang juga tampak mengimbau masyarakat yang juga turun menyaksikan parade ogoh-ogoh tersebut untuk memarkir kendaraannya dengan tertib.
Hingga berita ini disiarkan, arus lalu lintas di sepanjang jalan itu masih tampak dipadati puluhan ogoh-ogoh dan kendaraan bermotor yang melintasi kawasan tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Komisaris Besar Hery Wiyanto dalam kesempatan terpisah mengatakan telah memetakan daerah rawan terjadi gangguan keamanan pada malam "Pengerupukan" menjelang memasuki Nyepi, Jumat malam.
"Polres-polres sudah memetakan kawasan rawan di masing-masing wilayah hukumnnya," ujarnya.
Dengan pemetaan sejumlah kerawanan dan ancaman yang kemungkinan terjadi, diterjunkan petugas pengamanan, disamping berkoordinasi dengan keamanan desa adat masing-masing.
Untuk pengamanan prioritas dilakukan oleh satuan wilayah di sembilan kabupaten/kota di Pulau Dewata yang didukung oleh petugas dari Polda Bali. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Binjai, Bidan PNS dan Anaknya Ditangkap
-
Ini Tema Hari Pramuka 2026 ke-65, Cek Link Download Logo di Sini
-
Temukan Titik Karhutla di Sumsel, Ekspedisi Hutan Merdeka Sudah Tempuh 900 Km
-
Pasar Modal RI Sukses Himpun Dana Rp 125 T di Semester I 2026, Jumlah Investor 28 Juta
-
Asus ProArt OLED PA279CDV dan PA329CDV Hadir dengan Panel QD-OLED 4K dan Akurasi Warna Mutlak
-
Menelusuri Lorong Gelap Tramadol di Bogor: Dari Hubungan Teman ke Teman Hingga Akun Medsos Private
-
Parti Libur 2026 Pecahkan Rekor 18 Ribu Penonton dan Kolaborasi Mistis
-
Sam and Dave Dig a Hole, Buku Lucu yang Membuat Anak Ikut Menjadi Detektif
-
10 Sifat Buruk Zodiak Taurus yang Jarang Diketahui Orang
-
Kasus Mutilasi Saepul, Pakar UGM Ingatkan Aplikasi Kencan Tak Bisa Disalahkan Begitu Saja