Pebalap Ferrari, Kimi Raikonen memacu mobilnya saat sesi latihan GP Cina di Shanghai, Cina, Jumat (10/4) (Reuters / Hoch Zwei Livepic)
Ajang balapan Formula 1 di Cina atau GP Cina diwaranai insiden, ketika seorang penonton berlari melintasi trek di depan mobil-mobil Formula 1 yang melaju kencang pada latihan GP Cina pada Jumat (10/4/2015).
Pelaku mengatakan, dirinya ingin mencoba jet darat itu. Gambar-gambar televisi memperlihatkan seorang lelaki berlari melintasi garis start-finis, setelah satu mobil melaju dan mobil lain mendekat pada kecepatan 260 kilometer per jam, sebelum melompati dinding pit.
Ia kemudian diringkus oleh petugas keamanan dan diserahkan ke polisi. Laporan-laporan yang dikumpulkan dari sumber-sumber resmi di sirkuit, mengatakan bahwa pelaku yang belum diketahui identitasnya melambaikan tiket 'grandstand' dan menuju garasi Ferrari.
"Ia menjelaskan, dalam bahasa Mandarin, bahwa ia ingin mengendarai mobil," ujar narasumber.
Keamanan trek di Sirkuit Internasional Shanghai diperketat setelah insiden yang terjadi sesi kedua hari ini. Invasi-invasi serupa, meski tidak biasa, pernah terjadi di masa lalu. Seorang mantan pendeta Irlandia berlari ke trek pada GP Inggris pada tahun 2003. Sebelumnya para pegawai Mercedes Benz pernah menyusup ke trek Hockenheim pada GP Jerman 2001. (Reuters)
Pelaku mengatakan, dirinya ingin mencoba jet darat itu. Gambar-gambar televisi memperlihatkan seorang lelaki berlari melintasi garis start-finis, setelah satu mobil melaju dan mobil lain mendekat pada kecepatan 260 kilometer per jam, sebelum melompati dinding pit.
Ia kemudian diringkus oleh petugas keamanan dan diserahkan ke polisi. Laporan-laporan yang dikumpulkan dari sumber-sumber resmi di sirkuit, mengatakan bahwa pelaku yang belum diketahui identitasnya melambaikan tiket 'grandstand' dan menuju garasi Ferrari.
"Ia menjelaskan, dalam bahasa Mandarin, bahwa ia ingin mengendarai mobil," ujar narasumber.
Keamanan trek di Sirkuit Internasional Shanghai diperketat setelah insiden yang terjadi sesi kedua hari ini. Invasi-invasi serupa, meski tidak biasa, pernah terjadi di masa lalu. Seorang mantan pendeta Irlandia berlari ke trek pada GP Inggris pada tahun 2003. Sebelumnya para pegawai Mercedes Benz pernah menyusup ke trek Hockenheim pada GP Jerman 2001. (Reuters)
Komentar
Berita Terkait
-
Mercedes Siap Luncurkan Mobil Baru untuk Musim Formula 1 2026
-
Kalah 2 Poin Saja, Max Verstappen Tetap Bangga Meski Gagal Rebut Gelar Juara Dunia F1 2025
-
Lando Norris Kunci Gelar Juara Dunia Formula 1 2025
-
Ogah Pusing, Max Verstappen Anggap Gelar Juara Dunia Tidak Terlalu Penting
-
Jadwal F1 GP Abu Dhabi 2025: 3 Pembalap Siap Rebut Gelar Juara Dunia
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!